Rahmawati Kritik Pengelolaan Destinasi di Kaltara, Wisatawan Bertambah tetapi Lingkungan Justru Rusak

benuanta.co.id, TARAKAN – Meningkatnya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi unggulan dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan tata kelola yang mampu menjaga kelestarian lingkungan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Anggota Komisi VII DPR RI, Hj. Rahmawati, yang menekankan pengembangan sektor pariwisata tidak boleh mengorbankan ekosistem maupun budaya lokal.

Menurutnya, ekosistem pariwisata merupakan warisan bersama yang harus dijaga secara kolektif. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di pundak pemerintah maupun pelaku industri pariwisata, melainkan juga masyarakat dan wisatawan.

“Ekosistem pariwisata kita adalah warisan bersama. Menjaganya bukan hanya tugas pemerintah atau pelaku industri, tapi tanggung jawab kita semua. Jadilah wisatawan yang bijak, jadilah penggerak yang mendorong pariwisata berkelanjutan, dan jadilah suara yang memastikan budaya lokal tetap menjadi jiwa dari setiap destinasi yang kita banggakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Rahmawati Usulkan Penanda Warna pada Galon Guna Lindungi Konsumen

Ia mencontohkan sejumlah destinasi unggulan di Kalimantan, seperti Pulau Kakaban dan Maratua, yang memiliki kekayaan alam kelas dunia. Namun, meningkatnya kunjungan wisatawan tanpa pengelolaan yang baik justru berpotensi merusak ekosistem yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

“Seperti di Kalimantan, Pulau Kakaban, Maratua. Itu sungguh luar biasa. Ketika dibuka destinasinya, banyak wisatawan ke sana. Bukannya menjadi bagus, justru menjadi sesuatu yang sangat merusak lingkungan,” terangnya.

Baca Juga :  Rahmawati Usulkan Penanda Warna pada Galon Guna Lindungi Konsumen

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyusun aturan maupun rambu-rambu yang jelas untuk menjaga kelestarian kawasan wisata. Menurutnya, pengembangan destinasi harus berjalan seiring dengan upaya konservasi agar manfaat ekonomi yang diperoleh tidak mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

“Karena apa? Keterkaitan antara masyarakat dan pemerintah bagaimana membuat rambu-rambu, agar misalnya lebih menjaga lingkungan,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Rahmawati Usulkan Penanda Warna pada Galon Guna Lindungi Konsumen

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *