benuanta.co.id, BULUNGAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) mengingatkan masyarakat mewaspadai dampak kesehatan akibat fenomena El Niño dan musim kemarau 2026.
Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Kaltara Kaltara Usman, menyebut musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga awal 2027, dengan puncak kemarau pada Agustus-September 2026. Kondisi ini berpotensi meningkatkan suhu udara, risiko dehidrasi, heat exhaustion, heat stroke, serta gangguan pernapasan akibat debu dan asap karhutla.
“Masyarakat diimbau memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00-15.00 WITA, menggunakan pelindung diri dari paparan matahari, serta memakai masker saat kualitas udara menurun.” Katanya Jumat, (14/8/2026)
Kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis diminta mendapat perhatian lebih selama kondisi cuaca panas. Dinkes juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah karena dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko karhutla.
Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti haus berlebihan, mulut kering, urine berwarna pekat, lemas, pusing, jantung berdebar, atau kulit terasa kering. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








