Tarakan Tertinggi, Nunukan Terendah: Inflasi Tahunan Kaltara Capai 2,56 Persen

benuanta.co.id, BULUNGAN – Inflasi year on year (y-on-y) Kalimantan Utara (Kaltara) pada September 2026 tercatat sebesar 2,56 persen. Angka tersebut berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada di level 110,41.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Mustaqim, mengatakan inflasi tahunan tersebut terjadi seiring kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran,” kata Mustaqim, Jumat (2/9/2026).

Berdasarkan catatan BPS Kaltara, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan yang mencapai 2,82 persen dengan IHK sebesar 109,93. Sementara inflasi terendah terjadi di Kabupaten Nunukan sebesar 2,24 persen dengan IHK 111,51. Sejumlah kelompok pengeluaran tercatat mengalami kenaikan harga. Kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,84 persen.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Ingatkan Risiko Kepesertaan Nonaktif, Layanan Cuci Darah hingga Kemoterapi Terancam Terkendala

Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,62 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,92 persen, serta perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,45 persen. Kelompok kesehatan juga mengalami kenaikan sebesar 2,14 persen. Sementara kelompok transportasi mencatat inflasi 5,86 persen.

Selain itu, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,60 persen. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,83 persen, serta kelompok pendidikan sebesar 0,49 persen. Kenaikan juga terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang mencapai 3,95 persen.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Tunggu Hasil Rekonsiliasi Wacana Penonaktifan 30 Ribuan Peserta JKN Tanggungan Pemda

Adapun inflasi tertinggi berdasarkan kelompok pengeluaran terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 6,87 persen.

“Perkembangan harga tersebut menjadi bagian dari pembentuk inflasi Kaltara pada September 2026,” ujar Mustaqim.

Secara bulanan, inflasi Kaltara pada September 2026 tercatat sebesar 0,37 persen. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (y-to-d), inflasi mencapai 1,82 persen. BPS Kaltara mencatat perkembangan inflasi tersebut menjadi gambaran perubahan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat di wilayah Kaltara sepanjang September 2026. (*)

Baca Juga :  Rahmawati Bawa Identitas Wastra Kaltara ke Panggung Nasional lewat Kriyanusa 2026

Reporter: Ike Julianti

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *