benuanta.co.id, BULUNGAN – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, mengingatkan pentingnya perencanaan sumber daya air yang matang di tengah rencana pengembangan infrastruktur energi dan kawasan industri berskala besar di Kaltara.
Ingkong mengatakan, sumber daya air memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Pemanfaatannya tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air bersih, tetapi juga pertanian, kegiatan ekonomi, industri, hingga pengendalian banjir dan kekeringan.
Karena itu, menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pengelolaan sumber daya air yang terpadu, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
“Pembangunan tersebut harus tetap memperhatikan keseimbangan tata air, keselamatan infrastruktur, keberlanjutan ekosistem, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang berada di sekitar wilayah pengembangan,” kata Ingkong.
Ia menyoroti sejumlah rencana pembangunan besar di Kaltara, di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peso berkapasitas 9.000 megawatt, PLTA Mentarang berkapasitas 1.375 megawatt serta Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning seluas 30.000 hektare.
Menurut Ingkong, pengembangan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus menyediakan energi bersih bagi kegiatan industri. Namun, pembangunan harus tetap memperhitungkan kondisi tata air dan lingkungan di wilayah sekitar. Terlebih, kawasan industri membutuhkan dukungan air baku sekaligus sistem pengelolaan limbah yang memadai.
“Khusus kawasan Tanah Kuning, pemenuhan kebutuhan air baku, pengolahan air limbah dan perlindungan daerah aliran sungai (DAS) harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perencanaannya,” ujarnya.
Ingkong menilai pengelolaan sumber daya air menjadi salah satu aspek yang perlu disiapkan sejak awal agar pembangunan di Kaltara dapat berjalan tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Ia menegaskan, air merupakan sumber kehidupan yang pemanfaatannya harus mengutamakan kepentingan masyarakat luas.
“Pengelolaan sumber daya air harus dilaksanakan secara terpadu, menyeluruh, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan dengan mengutamakan kemanfaatan umum,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







