benuanta.co.id, TARAKAN – Tren penggunaan vape di kalangan anak muda menjadi perhatian serius Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan. Di tengah maraknya penyalahgunaan etomidate sebagai campuran liquid vape di berbagai daerah, BNNK mengingatkan remaja berpotensi menjadi kelompok yang paling rentan terpapar karena sulit membedakan produk legal dan ilegal.
Kepala BNNK Tarakan, Evon Maternik mengatakan pihaknya belum menangani kasus penyalahgunaan etomidate secara langsung di Tarakan. Namun, perkembangan kasus secara nasional serta temuan di daerah lain menjadi alarm agar kewaspadaan ditingkatkan sejak dini.
Ia mencontohkan BNNK Nunukan sebelumnya telah menemukan peredaran liquid vape mengandung etomidate di kalangan pelajar. Kondisi tersebut menunjukkan penyalahgunaan zat tersebut bukan lagi sekadar menyasar orang dewasa.
“Bukan tidak mungkin terjadi di Tarakan. Vape sekarang sudah menjadi tren sehingga kita tidak tahu apakah liquid yang dipakai itu legal atau ilegal,” ujarnya.
Evon menjelaskan narkotika golongan II ini merupakan obat anestesi yang seharusnya hanya digunakan dalam tindakan medis. Ketika disalahgunakan sebagai campuran liquid vape, penggunanya dapat mengalami halusinasi, euforia berlebihan, gangguan irama jantung, sesak napas hingga berisiko meninggal dunia.
Ia membeberkan, yang menjadi persoalan ialah perubahan perilaku pengguna tidak selalu mudah dikenali. Seseorang yang baru mengonsumsi etomidate dalam jumlah kecil belum tentu menunjukkan gejala mencolok, sehingga dugaan penyalahgunaan umumnya baru dapat dipastikan melalui pemeriksaan kesehatan seperti tes urine.
“Kalau baru sedikit dipakai, secara kasat mata susah dibedakan. Biasanya baru terlihat kalau sudah masuk tingkat ketergantungan,” ungkapnya.
Selain etomidate, BNNK juga menyoroti munculnya ancaman narkotika dalam bentuk THC cair atau ekstrak ganja yang dicampurkan ke dalam liquid vape. Modus tersebut dinilai menunjukkan jaringan narkotika terus beradaptasi mengikuti tren konsumsi masyarakat.
Oleh karena itu, dirinya meminta orang tua lebih aktif mengawasi aktivitas anak, termasuk kebiasaan menggunakan vape. Ia mengingatkan jangan sampai keinginan mengikuti tren justru menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkotika.
“Jangan sampai hanya karena ikut tren, anak-anak kita akhirnya terjebak menjadi pecandu narkotika,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







