benuanta.co.id, TARAKAN – AKBP Bonifasius Rumbewas resmi menjabat sebagai Kapolres Tarakan menggantikan AKBP Erwin Syahputra Manik usai menjalani tradisi pedang pora di Mapolres Tarakan pada Rabu (5/8/2026). Sebelumnya, dirinya juga telah melakukan serah terima jabatan yang dipimpin oleh Kapolda Kaltara Irjen Pol. Agus Wijayanto di Mapolda Kaltara pada 31 Juli 2026.
Diawal jabatannya, Kapolres Bonifasius menegaskan penegakan disiplin kepada jajaran personel di lingkungan hukum Polres Tarakan. Tak segan, dirinya akan akan melakukan penindakan terhadap personel yang terbukti melakukan pelanggaran kode etik Polri.
“Sebelumnya juga sama seperti di Nunukan, dan kemudian sebelumnya juga kami di Polda. Artinya kepada personel yang melakukan pelanggaran, tidak ada kata maaf. Proses tetap kita laksanakan,” ujarnya.
Menurutnya, penegakan disiplin Polri menjadi bagian penting untuk menjaga profesionalitas. Setiap personel yang memiliki kewenangan dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum kepada masyarakat dituntut menjaga sikap serta perilaku dalam menjalankan tugas.
Pelanggaran yang masuk ranah pidana maupun tindakan yang merugikan masyarakat tidak akan diselesaikan hanya melalui mekanisme internal. Proses hukum tetap berjalan dengan mengedepankan transparansi.
“Apalagi yang bersifat kepada pidana dan merugikan masyarakat, tetap akan kami pidanakan. Kita akan proses secara transparan,” katanya.
Sebelumnya, ia juga diberikan penekanan oleh Kapolda Kaltara untuk meningkatkan situasi kamtibmas di Kota Tarakan. Terlebih, situasi Kota Tarakan yang berbeda dengan wilayah Nunukan. Ia menjelaskan, perbedaan karakteristik kedua daerah tidak hanya terlihat dari sisi demografi, tetapi juga aktivitas masyarakat, kondisi ekonomi, serta dinamika sosial yang berkembang.
“Bapak Kapolda menekankan, kami selaku pejabat Kapolres yang baru untuk lebih meningkatkan situasi kamtibmas yang ada di wilayah Tarakan,” ujarnya.
Menurut Bonifasius, Tarakan sebagai pusat aktivitas ekonomi di Kalimantan Utara dengan masyarakat yang heterogen memiliki potensi persoalan yang membutuhkan respons cepat. Berbagai kasus yang menjadi perhatian publik perlu ditangani secara tepat agar tidak berkembang dan berdampak terhadap stabilitas kamtibmas.
“Ada beberapa kasus yang mungkin disampaikan langsung oleh Bapak Kapolda kepada kami yang menjadi atensi publik untuk segera ditangani. Jangan sampai terjadi ketersinggungan dari masyarakat yang kemudian bisa berdampak langsung kepada situasi kamtibmas yang ada di wilayah hukum Polres Tarakan,” katanya.
Selain menjaga stabilitas keamanan, Bonifasius memastikan akan membangun komunikasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Pemerintah Kota Tarakan, serta instansi terkait lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
“Setelah kegiatan ini kami akan melaksanakan sambang ke instansi-instansi terkait dan pemerintah daerah, sekaligus melapor bahwa kami bergabung sebagai warga Tarakan dan melaksanakan tugas di sini,” tutupnya. (*)
Reporter/Editor: Endah Agustina







