PMK Tarakan Catat 45 Kejadian Kebakaran pada Januari-Juli 2026

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan mencatat sebanyak 45 kejadian kebakaran hingga awal Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 di antaranya merupakan kebakaran lahan yang ditangani karena mengancam kawasan permukiman.

Kepala Satpol PP dan PMK Kota Tarakan, Sofyan, mengatakan secara umum jumlah kebakaran bangunan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Hingga saat ini kurang lebih ada 45 kejadian. Sekitar 15 merupakan kebakaran lahan yang kami tangani karena sudah mendekati permukiman,” sebutnya.

Baca Juga :  Tidak Memakai Helm hingga Terobos Lampu Merah Dominasi Pelanggaran ETLE di Tarakan

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 jumlah kebakaran permukiman mencapai lebih dari 60 kejadian. Sementara pada tahun ini jumlah kebakaran bangunan tercatat sekitar 30 kasus.

“Kalau dibandingkan tahun kemarin, Alhamdulillah turun. Tahun lalu kebakaran permukiman lebih dari 60 kejadian, sedangkan tahun ini sekitar 30,” katanya.

Sofyan menambahkan, tidak seluruh bangunan yang terdampak kebakaran mengalami kerusakan total karena sebagian berhasil diselamatkan berkat penanganan cepat petugas. Ia mencontohkan peristiwa kebakaran di salah satu usaha bakso yang hanya menghanguskan bagian depan bangunan, sementara bagian belakang beserta rumah kos karyawan masih dapat diselamatkan.

Baca Juga :  Jumlah Kecelakaan di Tarakan Capai 35 Kasus, Satlantas Atensi Pengendara di Bawah Umur

“Contohnya kebakaran bakso kemarin, yang terbakar hanya bagian depan. Bangunan belakang dan kos-kosan karyawan masih bisa diselamatkan,” jelasnya.

Selain menangani kebakaran, PMK Tarakan juga semakin banyak menerima permintaan layanan penyelamatan nonkebakaran (rescue). Hingga saat ini jumlah pelayanan operasi darurat nonkebakaran telah mendekati 3.000 layanan, jauh melampaui target awal sekitar 1.000 operasi.

Baca Juga :  Kelompok LSL Jadi Penyumbang Terbesar HIV di Tarakan, Dinkes Akui Kesulitan Jangkau Komunitas

Layanan tersebut meliputi evakuasi ular, buaya, pelepasan cincin yang tersangkut di jari warga hingga berbagai kondisi darurat lain yang membahayakan keselamatan masyarakat.

“Untuk operasi nonkebakaran target kami sekitar seribu layanan, tetapi sekarang sudah hampir tiga ribu pelayanan kepada masyarakat. Mulai dari evakuasi ular, buaya, melepas cincin sampai kondisi darurat lainnya,” tutupnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *