Jadwal Penerbangan Terbatas, Pendistribusian Bantuan untuk Krayan Selatan Dialihkan lewat Malinau

benuanta.co.id, NUNUKAN – Percepat penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Krayan Selatan, jalur distribusi dialihkan melalui Bandara RA Bessing Malinau. Langkah ini ditempuh untuk mengatasi keterbatasan jadwal penerbangan dari Bandara Nunukan sehingga bantuan dapat lebih cepat tiba di lokasi.

Kasubbid Penyelamatan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengatakan sebelumnya pengiriman logistik telah dilakukan melalui dua kali penerbangan dari Bandara Nunukan. Namun, terbatasnya jadwal penerbangan membuat BPBD mencari alternatif agar distribusi tidak terhambat.

“Awalnya bantuan sudah diberangkatkan dua kali flight dari Bandara Nunukan. Karena jadwal penerbangan terbatas, kami terus berkomunikasi dengan pihak operator agar distribusi tidak terhambat. Akhirnya diputuskan menggunakan rute Malinau–Long Layu supaya bantuan bisa lebih cepat sampai ke masyarakat,” kata Hasanuddin.

Baca Juga :  Harga Pangan Turun, Nunukan Alami Deflasi 0,74 Persen di Juli 2026

Distribusi logistik dilakukan menggunakan pesawat Smart Aviation tipe Pilatus yang terbang dari Bandara RA Bessing Malinau menuju Bandara Long Layu, Krayan Selatan. BPBD menargetkan sebanyak tujuh kali penerbangan dari Malinau untuk mengangkut sisa logistik. Pada hari pertama, tiga penerbangan telah berhasil dilaksanakan.

“Targetnya tujuh flight dari Malinau. Sebelumnya sudah dua flight dari Nunukan, sehingga total keseluruhan menjadi sembilan penerbangan sampai seluruh logistik tersalurkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Hermanus Dorong Hubungan Eksekutif-Legislatif Miliki Dasar Hukum yang Jelas

Setiap penerbangan mengangkut sekitar 600 hingga 700 kilogram bantuan, sekaligus membawa personel BPBD yang bertugas mendampingi proses distribusi di lapangan. Adapun logistik yang disalurkan berupa beras, bahan kebutuhan pokok, sembako, hingga susu formula yang diprioritaskan bagi masyarakat terdampak bencana di Krayan Selatan.

Hasanuddin menjelaskan seluruh bantuan tersebut berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Jalur udara masih menjadi pilihan utama karena akses darat menuju Krayan Selatan belum memungkinkan untuk mendistribusikan logistik dalam jumlah besar.

Baca Juga :  BBM Langka, Antrean Kendaraan Mulai Mengular di Sejumlah APMS Nunukan

Meski demikian, kelanjutan pengiriman masih bergantung pada kesiapan armada pesawat. Untuk penerbangan Rabu (5/8), BPBD masih menunggu hasil inspeksi pesawat Smart Aviation yang dilakukan di Tarakan sebelum kembali melayani rute Malinau–Long Layu.

“Kami berharap penerbangan dapat segera dilanjutkan setelah inspeksi selesai. Fokus kami adalah memastikan seluruh bantuan secepatnya tiba sehingga kebutuhan dasar masyarakat di Krayan Selatan tetap terpenuhi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *