benuanta.co.id, TARAKAN – Asrama haji di Tarakan kini mulai dimanfaatkan lebih luas dengan dibukanya fasilitas tersebut untuk umum di luar musim pemberangkatan jemaah.
Tidak hanya sebagai tempat singgah jemaah haji, asrama yang kini dikenal sebagai Grand El Hajj juga menyediakan layanan penginapan dan ruang pertemuan yang dapat digunakan masyarakat, instansi, maupun organisasi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Tarakan, H. Asmawan melalui Kasubag TU, Asmad mengatakan langkah ini dilakukan agar fasilitas yang tersedia tetap digunakan sepanjang tahun.
“Daripada kosong, lebih baik dimanfaatkan. Selama ini juga sudah ada kegiatan-kegiatan yang menggunakan tempat ini,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Asrama tersebut menyediakan berbagai pilihan kamar dengan tarif mulai Rp200 ribu untuk tipe standar, baik double bed maupun twin bed. Sementara kamar dengan kapasitas empat tempat tidur dibanderol sekitar Rp350 ribu.
Selain penginapan, tersedia pula ruang rapat dengan kapasitas mulai dari 30 hingga 200 orang. Fasilitas ini disebut kerap dimanfaatkan untuk kegiatan pemerintahan maupun organisasi.
Asmad menilai lokasi asrama yang luas menjadi salah satu keunggulan dibandingkan penginapan lain di Tarakan.
“Kalau kegiatan besar, biasanya mereka cari tempat yang luas. Di sini cukup memadai,” jelasnya.
Meski sudah mulai dimanfaatkan untuk umum, pengelolaan asrama masih menghadapi keterbatasan SDM karena struktur kelembagaan baru masih dalam proses penataan.
“SDM masih terbatas, jadi pengelolaannya dilakukan secara bergantian,” katanya.
Ke depan, pengelolaan asrama haji direncanakan akan ditangani pemerintah provinsi, sementara masyarakat tetap bisa memanfaatkan fasilitas tersebut selama tidak bertepatan dengan musim haji. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Ramli







