Wacana Penerapan Bahasa Prancis, SD Utama 2 Tarakan Soroti Kesiapan Guru

Wacana Penerapan Bahasa Prancis, SD Utama 2 Tarakan Soroti Kesiapan Guru

benuanta.co.id, TARAKAN – Wacana pengajaran bahasa Perancis di sekolah saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di dunia pendidikan saat ini.

Hal tersebut mencuat setelah Presiden RI Prabowo Subianto kembali mengharuskan anak-anak sekolah di Indonesia mempelajari Bahasa Perancis saat bertemu Presiden Perancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, pada Kamis (28/5/2026) lalu.

Menanggapi hal ini, Kepala SD Utama 2 Tarakan, Maksum, menilai keberhasilan pembelajaran bahasa asing tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga kesiapan tenaga pengajar dan lingkungan yang mendukung praktik berbahasa asing.

Ia mengatakan, apabila kebijakan tersebut nantinya ditetapkan oleh pemerintah pusat, sekolah akan mengikuti dan melaksanakannya sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau itu isu ya tidak perlu ditanggapi. Tapi kalau misalnya perintah dari atas ya kita laksanakan sesuai dengan perintah,” ujarnya, Senin (2/6/2026).

Baca Juga :  Cuaca Tarakan Sepekan ke Depan Didominasi Berawan, Waspada Hujan Lebat pada Malam Hari

Kendati demikian, ia mengakui penerapan bahasa Perancis akan membutuhkan persiapan yang tidak sederhana. Salah satu tantangan utama adalah ketersediaan guru yang memiliki kemampuan mengajar bahasa tersebut.

Menurutnya, pemerintah harusnya sudah mempertimbangkan sistem, tenaga pengajar, dan kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung hal ini.

Maksum mengatakan, pengalaman selama ini menunjukkan pembelajaran bahasa asing di sekolah sering kali terkendala minimnya praktik penggunaan dalam kehidupan sehari-hari. Akibatnya, materi yang dipelajari siswa hanya sebatas hafalan.

“Belajar berbahasa itu kalau hanya textbook tidak mudah. Diajarin berulang-ulang pun belum tentu ada kemajuan. Tetapi kalau terjun langsung, sesulit apa pun bahasa itu bisa dipahami,” ungkapnya.

Saat ini, SD Utama 2 Tarakan telah mengenalkan bahasa Inggris kepada siswa. Namun pembelajaran yang diberikan masih dalam tahap dasar karena menyesuaikan jenjang pendidikan sekolah dasar.

Baca Juga :  Temukan Konten Tak Ramah Anak? Warga Bisa Adukan Langsung ke Komdigi

“Kalau bahasa Inggris sudah ada, tapi dasar-dasar saja. Karena di SD memang juga dasar,” terangnya.

Meski telah diajarkan, dirinya menilai perkembangan kemampuan bahasa Inggris siswa belum terlalu signifikan. Hal itu disebabkan kurangnya penggunaan bahasa tersebut di luar kegiatan belajar mengajar.

“Tidak seberapa signifikan perkembangannya karena tidak ada prakteknya. Paling hanya menghafal, setelah itu lupa lagi karena tidak dipakai,” ujarnya.

Karena itu, ia menyarankan pemerintah tidak hanya menyiapkan kurikulum apabila ingin menerapkan bahasa Perancis, tetapi juga memperkuat kompetensi guru. Salah satunya melalui program pemagangan atau pelatihan langsung di negara asal bahasa tersebut.

“Kalau saya, pemerintah bisa menerjunkan guru. Boleh juga misalnya guru dimagangkan beberapa bulan ke Perancis kalau memang menginginkan adanya bahasa Perancis,” tuturnya.

Baca Juga :  Pemasokan Sapi di Tarakan Diduga Dikuasai Oknum, Peternak Keluhkan Pungutan Tak Berdasar

Selain itu, Maksum menilai konsep pembelajaran berbasis lingkungan seperti Kampung Inggris dapat menjadi contoh dalam meningkatkan kemampuan berbahasa. Menurutnya, siswa akan lebih cepat menguasai bahasa asing apabila lingkungan sekolah dan masyarakat ikut membiasakan penggunaan bahasa tersebut.

“Selama ini kan ada native speaker, tetapi hanya dia sendiri. Yang lain belum tentu bisa mengikuti. Karena setelah kegiatan selesai, kembali lagi menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa daerah,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan pembelajaran bahasa asing membutuhkan dukungan dari seluruh lingkungan, bukan hanya guru dan siswa di dalam kelas.

“Jadi lingkungan semuanya itu menciptakan kondisi di mana orang berbahasa Inggris atau berbahasa Perancis. Kalau seperti itu, baru bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *