benuanta.co.id, TARAKAN – SMAN 4 Tarakan berhasil keluar sebagai juara Turnamen Futsal Piala Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 setelah menaklukkan SMAN 1 Nunukan Selatan melalui drama adu penalti pada partai final yang berlangsung di GOR Dwikora Nunukan, Sabtu (11/7/2026) malam.
Ketua Panitia Piala Gubernur Futsal Kaltara 2026, Riski Sovayunanto, mengungkapkan partai puncak menyajikan pertandingan yang berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua tim saling menekan dan silih berganti menciptakan peluang hingga laga berakhir imbang 3-3 pada waktu normal, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.
“Final berlangsung sangat ketat karena kedua tim sama-sama tampil maksimal hingga harus ditentukan lewat adu penalti,” ungkapnya.
Pada babak adu penalti, SMAN 4 Tarakan tampil lebih tenang dalam mengeksekusi tendangan. Sementara satu eksekutor SMAN 1 Nunukan Selatan gagal menjalankan tugasnya sehingga tim asal Tarakan memastikan kemenangan dengan skor 5-4 dan berhak membawa pulang trofi juara Piala Gubernur Kaltara 2026.
“SMAN 4 Tarakan berhasil memanfaatkan momen penentuan sehingga memastikan diri menjadi juara tahun ini,” jelasnya.
Keberhasilan tersebut menutup perjalanan impresif SMAN 4 Tarakan sepanjang turnamen. Sejak fase penyisihan hingga babak gugur, tim tersebut mampu mempertahankan konsistensi permainan dan melewati berbagai lawan tangguh sebelum akhirnya mengangkat trofi juara di hadapan ratusan penonton yang memadati GOR Dwikora Nunukan.
“Seluruh tim telah memperlihatkan semangat juang dan sportivitas yang luar biasa selama turnamen berlangsung,” ujarnya.
Sebelum partai final dimulai, panitia lebih dahulu menggelar laga persahabatan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melawan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Pertandingan ekshibisi tersebut berlangsung menghibur dan dimenangkan tim Pemprov Kaltara dengan skor 6-4.
Setelah itu, suasana semakin semarak dengan kehadiran Kapten Tim Nasional Futsal U-19 sekaligus peraih penghargaan Best Young Player Pro Futsal League (PFL) 2025/2026, Revan Ramadhan atau yang akrab disapa Epoy, yang turut memeriahkan rangkaian penutupan turnamen.
“Kami ingin penutupan turnamen menjadi pengalaman yang berkesan bagi para atlet maupun masyarakat,” bebernya.
Turnamen yang berlangsung sejak 5 Juli 2026 ini diikuti sebanyak 40 tim SMA, SMK, dan MA dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya diikuti 32 tim, sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme pelajar terhadap kompetisi futsal tingkat provinsi. Selama sepekan pelaksanaan, pertandingan juga mendapat sambutan positif dari masyarakat yang memadati GOR Dwikora Nunukan.
“Antusiasme peserta maupun penonton tahun ini sangat luar biasa dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan,” imbuhnya.
Menurut Riski, keberhasilan penyelenggaraan tahun ini diharapkan menjadi pijakan untuk menghadirkan kompetisi yang lebih besar pada masa mendatang. Ia menilai Piala Gubernur bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet muda agar mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
“Harapan kami turnamen ini terus dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah pembinaan atlet futsal pelajar di Kalimantan Utara,” lanjutnya.
Ia juga berharap Piala Gubernur Kaltara ke depan dapat berkembang menjadi kompetisi regional yang mempertemukan para juara dari berbagai provinsi di Pulau Kalimantan. Menurutnya, semakin tinggi level persaingan, semakin besar pula peluang atlet muda Kaltara berkembang dan menembus kompetisi nasional.
“Ke depan kami berharap juara-juara Piala Gubernur Kaltara bisa dipertandingkan dengan juara dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, maupun Kalimantan Barat sehingga kualitas atlet terus meningkat,” harapnya.
Selain menjadi sarana pembinaan prestasi, Riski menilai turnamen ini juga memberikan manfaat bagi daerah penyelenggara. Kehadiran ratusan atlet, ofisial, suporter, dan tamu dari berbagai daerah turut menggerakkan sektor transportasi, penginapan, rumah makan, hingga pelaku UMKM yang berjualan di sekitar arena pertandingan.
“Kami berharap Piala Gubernur terus menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus membawa manfaat bagi masyarakat dan perekonomian di setiap daerah yang menjadi tuan rumah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina








