benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan memprediksikan gelombang di perairan Kalimantan Utara berpotensi mencapai ketinggian hingga 2,5 meter pada 9 hingga 11 Juli 2026.
Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, mengatakan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi telah dirilis sejak 7 Juli sebagai bentuk antisipasi terhadap cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Kalimantan Utara.
“Untuk tanggal 9 sampai 11 Juli, perairan Kalimantan Utara berpotensi terjadi gelombang dengan ketinggian bisa mencapai 2,5 meter,” ujarnya.
Potensi gelombang tinggi tersebut meliputi seluruh wilayah perairan Kalimantan Utara, di antaranya Perairan Tarakan, Perairan Tanjung Selor, Perairan Bunyu, hingga Perairan Sebatik. Sulam menjelaskan BMKG hanya memberikan informasi mengenai potensi kondisi cuaca dan gelombang di laut. Kewenangan untuk melarang aktivitas pelayaran maupun nelayan melaut bukan berada di bawah BMKG.
“Kami tidak mengategorikan nelayan, tetapi ukuran kapal atau perahu yang digunakan. Ada saran keselamatan berdasarkan ukuran kapal, namun kami hanya memberikan informasi mengenai potensi gelombang,” ungkapnya.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas di laut, termasuk nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut.
“Saran kami kepada masyarakat yang beraktivitas di perairan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada 9 sampai 11 Juli,” tegasnya.
Selain gelombang tinggi, periode tersebut juga masih berpotensi disertai hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Kalimantan Utara. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







