benuanta.co.id, TARAKAN – Piala Gubernur Futsal Pelajar Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 tidak hanya disiapkan sebagai ajang kompetisi antarpelajar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam membina atlet muda agar mampu berprestasi hingga tingkat nasional. Melalui turnamen ini, para pelajar juga diharapkan memperoleh nilai tambah yang dapat dimanfaatkan saat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Ketua Panitia Piala Gubernur Futsal Kaltara 2026, Riski Sovayunanto, mengatakan penyelenggaraan turnamen merupakan bentuk dukungan terhadap komitmen Gubernur Kalimantan Utara dalam memperluas pembinaan atlet usia muda. Menurutnya, arahan gubernur sejak awal adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pelajar untuk berkompetisi melalui event olahraga yang berkualitas.
“Instruksinya Pak Gubernur sebanyak-banyaknya pendaftar. Event ini memang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk masyarakat, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia,” ungkapnya, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, tingginya antusiasme peserta menjadi alasan panitia menambah kuota dari 32 menjadi 40 tim. Penambahan tersebut dilakukan agar semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan bertanding sekaligus merasakan atmosfer kompetisi tingkat provinsi sebagai bagian dari proses pembinaan.
“Awalnya kita sudah tutup di 32 tim, tetapi karena antusias pelajar terus tinggi dan banyak yang meminta dibukakan kembali, akhirnya kuota kita tambah menjadi 40 tim,” katanya.
Menurut Riski, penyelenggaraan event olahraga secara berkelanjutan menjadi langkah penting untuk mencetak atlet-atlet potensial dari Kalimantan Utara. Ia menilai pembinaan tidak cukup dilakukan melalui latihan saja, tetapi juga harus diimbangi dengan kompetisi yang rutin sehingga atlet memiliki pengalaman bertanding yang lebih matang.
“Pak Gubernur selalu meminta pembinaan atlet-atlet kita supaya bisa naik ke level nasional, tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, kota atau provinsi,” bebernya.
Komitmen tersebut, lanjutnya, mulai menunjukkan hasil. Beberapa atlet futsal asal Kalimantan Utara kini telah mampu menembus level nasional dan memperkuat tim nasional Indonesia. Keberhasilan itu diharapkan menjadi motivasi bagi para peserta Piala Gubernur Futsal untuk terus meningkatkan kemampuan mereka.
“Sekarang sudah ada atlet kita dari Kalimantan Utara yang bermain di level nasional bahkan masuk tim nasional. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil,” imbuhnya.
Selain menjadi wadah pembinaan prestasi, turnamen ini juga memberikan manfaat bagi para peserta di bidang pendidikan. Riski mengatakan sertifikat keikutsertaan maupun prestasi pada ajang tingkat provinsi dapat menjadi nilai tambah bagi siswa ketika mendaftar ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi maupun seleksi yang mempertimbangkan rekam jejak nonakademik.
“Event ini juga berguna untuk anak-anak SMA dan SMK karena sertifikat tingkat provinsi tentu menjadi nilai tambah ketika mereka ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” tuturnya.
Ia menambahkan, manfaat tersebut tidak hanya dirasakan saat melanjutkan pendidikan, tetapi juga dapat menjadi pendukung ketika siswa mengikuti seleksi di dunia kerja maupun program-program lain yang memberikan penilaian terhadap prestasi di luar bidang akademik. Karena itu, panitia berharap peserta benar-benar memanfaatkan kesempatan mengikuti turnamen ini sebaik mungkin.
“Kalau nanti mereka mendaftar kuliah, mendaftar kerja atau mengikuti seleksi lainnya, tentu sertifikat dari kejuaraan tingkat provinsi ini akan menjadi nilai tambah yang berbobot,” tegasnya.
Riski menilai penyelenggaraan Piala Gubernur Futsal merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Utara. Melalui kompetisi yang berjenjang, pemerintah tidak hanya mencari juara, tetapi juga membuka jalan lahirnya atlet-atlet muda yang mampu membawa nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.
“Harapan kami, event ini terus menjadi wadah pembinaan atlet pelajar sehingga semakin banyak putra-putri Kalimantan Utara yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional sekaligus memperoleh manfaat bagi masa depan pendidikannya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







