benuanta.co.id, TARAKAN – Pawai Budaya Iraw Tengkayu 2026 menjadi pilihan masyarakat Kota Tarakan untuk menghabiskan akhir pekan. Sejak Sabtu (4/7/2026) pagi, ribuan warga memadati sepanjang rute pawai guna menyaksikan beragam penampilan peserta yang menampilkan kekayaan budaya daerah. Tak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga dinilai sebagai sarana mengenalkan budaya kepada generasi muda sekaligus membawa berkah bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Salah seorang warga Tarakan, Nuraini, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menyaksikan pawai budaya. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting karena menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan budaya kepada anak-anak sejak dini melalui penampilan yang dapat disaksikan secara langsung.
“Anak-anak jadi lebih semangat karena bisa melihat langsung pakaian adat dan berbagai penampilan budaya. Ini juga menjadi pembelajaran buat mereka,” ungkapnya.
Ia menilai Pawai Iraw Tengkayu tidak sekadar menjadi tontonan tahunan, tetapi juga menjadi upaya menjaga agar budaya daerah tetap dikenal oleh generasi muda. Tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa kegiatan budaya masih mendapat tempat di hati warga Tarakan.
“Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan supaya budaya kita tetap lestari dan anak-anak semakin mengenalnya,” katanya.
Meski mengapresiasi pelaksanaan pawai, Nuraini berharap pengaturan jalannya rombongan peserta dapat lebih diperhatikan pada penyelenggaraan berikutnya. Menurutnya, jarak antarrombongan yang terkadang terlalu jauh membuat penonton harus menunggu cukup lama hingga rombongan berikutnya melintas.
“Kadang ada jeda yang cukup panjang, mungkin karena pengaturan di lapangan atau kondisi lalu lintas. Tapi itu tidak mengurangi semangat kami untuk menonton,” bebernya.
Hal senada disampaikan warga lainnya, Ridwan, yang mengajak anak-anaknya menikmati suasana pawai. Ia menilai kegiatan budaya seperti ini menjadi alternatif positif untuk mengisi waktu libur sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai.
“Daripada di rumah bermain handphone, lebih baik diajak melihat budaya secara langsung seperti ini. Anak-anak juga terlihat senang,” tukasnya.
Di sisi lain, ramainya masyarakat yang memadati lokasi pawai turut membawa dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah seorang pedagang minuman di sekitar rute pawai, Arlinda, mengaku penjualannya meningkat dibandingkan hari biasa karena banyak pengunjung membeli makanan dan minuman sambil menunggu rombongan peserta melintas.
“Alhamdulillah dari pagi pembeli ramai terus. Momen seperti ini memang kami tunggu karena dagangan jadi lebih laris,” katanya.
Menurutnya, setiap kegiatan yang menghadirkan banyak masyarakat selalu memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil. Ia berharap agenda budaya seperti Pawai Iraw Tengkayu terus dipertahankan karena selain menjadi hiburan masyarakat, juga mampu menggerakkan perekonomian warga.
“Semoga setiap tahun tetap ada. Warga senang, budayanya tetap hidup, dan kami pedagang juga ikut merasakan rezekinya,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







