SNT Tarakan Disiapkan Jadi Kawasan Pendidikan Terpadu, 20 Hektare Lahan Tunggu Hibah Kementerian

Tarakan91 views

benuanta.co.id, TARAKAN – Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kota Tarakan tidak sekadar menyiapkan gedung sekolah dan ruang kelas. Pemerintah Kota Tarakan menyiapkan kawasan pendidikan terpadu seluas 20 hektare di Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur.

Lahan tersebut kini masuk tahap administrasi hibah kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pemerintah daerah memastikan lahan yang dipersiapkan tidak bermasalah secara hukum maupun kepemilikan.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah (Kabid Dikdasmen) Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Edy Pujianto, mengatakan proses hibah masih berjalan, termasuk tahapan administrasi dan pengurusan di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Baca Juga :  Grebek Lokasi Judi Sabung Ayam di Pantai Amal, Polisi Hanya Temukan Gelanggang Kosong Melompong

“Lahannya sudah clear. Sekarang tinggal proses hibah kepada kementerian. Setelah itu, pembangunan menjadi kewenangan pemerintah pusat,” ujarnya.

Luas lahan yang mencapai 20 hektare disesuaikan dengan konsep SNT yang dirancang sebagai kawasan pendidikan dengan fasilitas pendukung pembelajaran yang lebih lengkap. Selain ruang kelas, kawasan tersebut direncanakan memiliki laboratorium sains dan teknologi, fasilitas seni dan olahraga, area pengembangan kewirausahaan, hingga fasilitas yang berkaitan dengan pertanian dan peternakan.

Rencananya juga terdapat kebun pertanian, peternakan, kolam ikan serta kolam renang. Konsep tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kemampuan siswa di luar aspek akademik.

Baca Juga :  Sepanjang 2026, Satlantas Polres Tarakan Catat 36 Orang Meninggal Dunia Akibat Laka

“Konsepnya memang untuk mendukung pengembangan potensi siswa secara menyeluruh, baik akademik maupun nonakademik. Karena itu lahannya harus cukup luas,” ungkapnya.

Tarakan menjadi salah satu dari 17 daerah di Indonesia yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan SNT tahap awal. Namun, pembangunan kampus permanen belum dapat dimulai sebelum proses hibah lahan kepada pemerintah pusat rampung. Untuk tahap awal operasional, siswa SNT Tarakan akan menempati lokasi transisi dengan memanfaatkan sebagian fasilitas di kompleks SMP Negeri 14 Tarakan.

Sementara itu, proses penerimaan peserta didik baru SNT Tarakan telah memasuki tahapan seleksi.  Peserta didik yang dinyatakan lolos nantinya akan mengikuti pembelajaran di sekolah transisi tersebut.Skema ini membuat operasional SNT dapat dimulai lebih dahulu sembari menunggu pembangunan kampus permanen di Mamburungan.

Baca Juga :  Tak Terlihat Beraktivitas, Warga Jalan Gajah Mada Temukan Pria Meninggal di Kamar Kosnya

Setelah pembangunan selesai, kegiatan pendidikan akan dipindahkan ke kawasan baru yang dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu. Dengan demikian, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan proses hibah lahan tuntas, tetapi juga memastikan pembangunan fasilitas yang direncanakan dapat terealisasi sesuai konsep awal SNT. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *