benuanta.co.id, TARAKAN – Seorang perempuan berinisial J.D.N. ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan kawasan Mangrove, Kota Tarakan, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 18.35 WITA.
Kasi Humas Polres Tarakan, IPTU Rusli, mengatakan laporan terkait penemuan tersebut diterima Polsek Tarakan Barat. Perempuan yang diketahui berdomisili di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, itu sebelumnya sempat menyampaikan kepada keluarganya hendak pergi berobat.
“Berdasarkan keterangan awal yang kami terima, korban sebelumnya menyampaikan kepada anaknya hendak pergi berobat ke arah depan Kompleks Guser,” ujarnya.
Sekitar pukul 16.05 WITA, korban kemudian meninggalkan rumah. Selang beberapa waktu, sekitar pukul 16.30 WITA, anak korban mendapat informasi dari seorang temannya bahwa ibunya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sekitar depan Kompleks Guser.
Mendapat informasi tersebut, anak korban langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi ibunya. Setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan kemudian diketahui telah meninggal dunia.
“Kemudian anak korban menuju lokasi untuk memastikan kondisi ibunya. Di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan selanjutnya diketahui sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Keluarga bersama masyarakat di sekitar lokasi kemudian melakukan penanganan awal dan menghubungi pihak kepolisian. Petugas Polsek Tarakan Barat yang tiba di lokasi selanjutnya melakukan pengecekan serta penanganan terhadap korban.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Dari keterangan awal pihak keluarga, korban memang sempat menyampaikan keinginannya untuk pergi berobat sebelum meninggalkan rumah.
“Petugas kemudian melakukan pengecekan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian,” terangnya.
Dalam proses penanganan selanjutnya, pihak keluarga telah membuat surat pernyataan di Mako Polsek Tarakan Barat terkait penolakan untuk dilakukan visum terhadap jenazah korban di RSUD Kota Tarakan. Hingga saat ini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya korban. Penanganan dilakukan berdasarkan keterangan yang diperoleh petugas serta prosedur yang berlaku.
Rusli mengimbau masyarakat tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa tersebut. Masyarakat diminta menyerahkan penanganan dan informasi resmi kepada pihak kepolisian guna menghindari kesimpangsiuran informasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Untuk informasi resmi terkait kejadian ini, masyarakat dapat menunggu keterangan dari pihak kepolisian,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







