benuanta.co.id, TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan mendapat kunjungan mendadak atau dari Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) untuk melihat langsung kondisi pelayanan dan aktivitas di dalam Lapas, Kamis (1/10/2026).
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, mengaku tidak mengetahui sebelumnya adanya kedatangan Ombudsman. Ia menyebut kunjungan tersebut baru diketahui ketika tim Ombudsman datang langsung ke Lapas. “Sebenarnya ini kunjungan mendadak ya. Saya juga sebenarnya enggak tahu-menahu ini,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ombudsman melihat secara langsung sejumlah aktivitas pelayanan di Lapas, termasuk proses pelayanan kunjungan bagi keluarga warga binaan. Kehadiran Ombudsman juga membuat pihak Lapas melakukan penyesuaian terhadap pelayanan kunjungan pada hari tersebut.
Jupri menjelaskan, pada hari kunjungan Ombudsman, dirinya mengambil keputusan agar layanan kunjungan hanya berlangsung pada pagi hingga siang hari. Sementara jadwal kunjungan pada sore hari ditiadakan.
“Saya mendadak tiba-tiba dikunjungi dari Ombudsman, kaget juga kan. Makanya tadi saya langsung mengambil keputusan hari ini kunjungan cuma sampai pagi sampai siang aja,” terangnya.
Kondisi tersebut kemudian membuat jumlah pengunjung pada waktu layanan menjadi lebih banyak. Pengunjung yang seharusnya dapat terbagi dalam dua sesi, pagi dan sore, harus dilayani dalam waktu yang lebih terbatas.
“Makanya tadi agak membludak tadi itu. Tapi sebenarnya kita kunjungan tiap hari,” jelasnya.
Ia menerangkan, secara normal layanan kunjungan di Lapas Tarakan berlangsung dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 09.00 hingga 11.30, kemudian dilanjutkan kembali pada pukul 13.30 hingga 15.00. Menurut Jupri, pengunjung bahkan kerap datang lebih awal sebelum layanan resmi dibuka. Sebagian pengunjung sudah berada di lokasi sekitar pukul 08.00 hingga 08.15 untuk mengambil nomor antrean.
“Kita kan SOP membukanya mulai jam 09.00. Mereka sudah mengambil nomor dan sebagainya, sudah ngambil nomor duluan,” ungkapnya.
Jupri mengatakan pihak Lapas tetap menjalankan prosedur pemeriksaan terhadap setiap pengunjung sebagai bagian dari pengamanan. Identitas pengunjung, warga binaan yang hendak ditemui hingga barang yang dibawa diperiksa sebelum diperbolehkan masuk.
Ia menegaskan kunjungan Ombudsman tersebut menjadi bagian dari proses pengawasan terhadap pelayanan di Lapas. Pihaknya juga menyatakan terbuka terhadap pemeriksaan maupun peninjauan kondisi Lapas secara langsung.
“Teman-teman tadi kan bisa lihat sendiri. Kami tidak ada yang ditutup-tutupi. Silakan bisa dilihat sendiri soal di Lapas Tarakan ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina







