benuanta.co.id, TARAKAN – Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kalimantan Utara (Kaltara) mulai diarahkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri melalui program SMK Go Global. Penempatan tidak dilakukan secara umum, melainkan disesuaikan dengan jurusan dan kompetensi yang dimiliki lulusan. Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kaltara menyebut sejumlah negara telah membuka peluang bagi tenaga kerja asal Kaltara, di antaranya Jepang dan Turki.
Ketua Tim Kelembagaan dan Kerja Sama BP3MI Kaltara, Usman Affan mengatakan, pemetaan kompetensi menjadi tahapan awal sebelum calon pekerja mengikuti pelatihan maupun proses penempatan.
“Program kita ini peningkatan kapasitas bagi alumni SMK sesuai jurusan dan jabatan yang ada di luar negeri. Mereka diberikan pelatihan teknis maupun bahasa asing sesuai pekerjaan dan negara tujuan penempatan,” ujarnya.
Menurutnya, peluang tersebut cukup beragam. Lulusan SMK yang memiliki kompetensi perikanan, misalnya, diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jepang. Sementara bidang hospitality, khususnya housekeeping, memiliki peluang penempatan di Turki.
“SMKN 3 Tarakan misalnya, yang fokus di bidang perikanan, kita proyeksikan ke Jepang. Untuk hospitality, khususnya housekeeping, peluangnya ada di Turki,” tuturnya.
BP3MI Kaltara menekankan, program SMK Go Global tidak sekadar membuka akses keberangkatan pekerja ke luar negeri. Lulusan terlebih dahulu dipersiapkan agar memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar pekerjaan dan negara tujuan.
Pelatihan bahasa juga menjadi bagian dari persiapan tersebut. Bahasa yang diberikan disesuaikan dengan negara penempatan sehingga calon pekerja tidak hanya mengandalkan kompetensi yang diperoleh dari bangku sekolah.
“Kalau tujuannya ke Korea, kita siapkan bahasa Korea. Intinya mereka sudah memiliki bekal dari sekolah, tinggal kita tingkatkan kapasitasnya sesuai kebutuhan negara penempatan,” jelasnya.
Kesempatan tersebut juga tidak sepenuhnya terbatas bagi lulusan SMK. Lulusan SMA yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan tenaga kerja luar negeri tetap dapat mengikuti proses pemetaan dan peningkatan kapasitas.
BP3MI memastikan calon pekerja yang dipersiapkan melalui jalur tersebut mengikuti prosedur resmi. Hal ini dinilai penting untuk memastikan pekerja memenuhi persyaratan kompetensi sekaligus memperoleh perlindungan selama berada di negara tujuan.
Di sisi lain, BP3MI Kaltara mengakui jumlah pekerja migran asal Kaltara yang bekerja ke luar negeri melalui jalur prosedural masih terbatas. Padahal, kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara dinilai dapat menjadi peluang bagi lulusan daerah.
Oleh karena itu, pemetaan lulusan dan peningkatan kapasitas terus dilakukan agar kebutuhan tenaga kerja luar negeri dapat diisi oleh pekerja asal Kaltara yang memiliki kompetensi.
BP3MI menargetkan pada tahun ini sudah ada calon pekerja yang dapat diberangkatkan. Namun, apabila proses penempatan belum terealisasi, setidaknya tahapan persiapan dan peningkatan kompetensi dapat dilakukan lebih matang.
“Kita upayakan tahun ini sudah ada yang bisa diberangkatkan. Kalau belum, paling tidak persiapannya sudah matang sehingga lebih banyak lulusan Kaltara bisa memanfaatkan peluang kerja di luar negeri,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Endah Agustina








