Kementerian UMKM Ajak Pengusaha Kaltara Manfaatkan Sapa UMKM

Ekonomi298 views

benuanta.co.id, BULUNGAN – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kalimantan Utara (Kaltara) terus didorong untuk lebih aktif memanfaatkan layanan yang sudah disiapkan pemerintah.

Salah satunya melalui platform Sapa UMKM yang bisa digunakan untuk mencari berbagai informasi dan program yang berkaitan dengan pengembangan usaha.

Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Berry Fauzi mengatakan, saat ini pelaku UMKM tidak perlu bingung untuk mencari informasi terkait program pemerintah. Mulai dari peningkatan kemampuan, legalitas usaha sampai sertifikasi produk sudah bisa diakses melalui platform sapa UMKM.

“Sekarang sudah dipermudah melalui platform Sapa UMKM. Terkait dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusianya, program-program yang strategis yang ada di Kementerian UMKM ataupun kementerian lainnya bisa diakses,” ujarnya, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga :  Inflasi Nunukan 1,28 Persen, Harga Makanan hingga Emas Jadi Pemicu

Menurutnya, Sapa UMKM juga bisa menjadi tempat bagi pengusaha untuk mendapatkan pendampingan. Apalagi, masih banyak UMKM yang sebenarnya punya produk bagus, tetapi terkendala dalam hal legalitas, kemasan maupun pemasaran.

“Legalitas, sertifikasi produk dan lain sebagainya ini bisa diakses di platform Sapa UMKM. Jadi teman-teman semua pengusaha UMKM ingin dapat pendampingan, download saja Sapa UMKM,” katanya.

Berry juga mengajak pengusaha UMKM di Kaltara memanfaatkan layanan UMKM Connect yang tersedia di dalam platform. Layanan ini dinilai bisa membantu membuka peluang bagi UMKM untuk terhubung dengan pasar dan calon mitra usaha.

Baca Juga :  Ekonomi Tumbuh 4,96 Persen, BI Soroti Ketergantungan Kaltara pada Tambang

“Jadi teman-teman semua, silakan buat para pengusaha UMKM di Kaltara untuk bisa mengakses Sapa UMKM. Itu luar biasa,” ungkapnya.

Tidak hanya lewat platform digital, pemerintah juga mendorong UMKM agar bisa masuk ke rantai pasok industri. Menurut Berry, kebutuhan perusahaan sebenarnya bisa menjadi peluang bagi UMKM lokal.

Ia mencontohkan kebutuhan perusahaan seperti makanan ringan dan katering untuk tamu. Kebutuhan itu bisa dipenuhi oleh UMKM yang ada di sekitar perusahaan.

“Misalkan usaha PT KIPI, itu ada tamu, dia memerlukan snack, misalkan dia memerlukan katering, nah ini bisa diambil dari UMKM,” jelasnya.

Baca Juga :  Pasokan BBM ke SPBU Bulungan Lebih dari 200 KL

Dengan adanya kemitraan seperti ini, UMKM diharapkan tidak hanya berjualan sendiri-sendiri, tetapi mulai mendapatkan pasar yang lebih jelas. Pemerintah daerah dan perusahaan juga diharapkan bisa ikut membuka jalan agar produk lokal semakin banyak terserap.

Berry menilai UMKM seharusnya tidak dianggap sebagai usaha karena terpaksa. Menurutnya, menjadi pengusaha UMKM merupakan pilihan untuk berusaha dan harus dibangun dengan semangat.

“Kita inginkan bahwa UMKM ini bukan salah satu keterpaksaan, melainkan pilihan usaha. Karena UMKM itu adalah pilihan untuk berusaha,” pungkasnya. (*)

Reporter: Alvianita
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *