benuanta.co.id, TARAKAN – Sebanyak 492 lowongan kerja yang dibuka dalam Job Fair Tarakan beberapa waktu lalu, hingga kini belum seluruhnya diketahui realisasi pengisiannya. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan masih menunggu laporan dari perusahaan peserta, meski sejumlah perusahaan telah mulai melakukan proses seleksi terhadap pelamar.
Kepala Disnaker Kota Tarakan, Agus Sutanto, mengungkapkan belum ada perusahaan peserta yang secara resmi menyampaikan laporan terkait jumlah tenaga kerja yang telah diterima dari total formasi yang dibuka. Namun, sebagian perusahaan sudah menjalankan tahapan rekrutmen setelah Job Fair yang digelar pada 30 Juli 2026.
“Sampai saat ini memang belum ada feedback, laporan dari perusahaan yang kemarin, tetapi ada sebagian yang sudah melaksanakan rekrut wawancara,” ungkapnya, Selasa (18/7/2026).
Salah satu perusahaan yang telah melakukan proses seleksi adalah Hypermart. Perusahaan tersebut menerima sekitar 500 berkas lamaran, tetapi hanya sekitar 300 pelamar yang kemudian mengikuti tahapan wawancara.
“Hypermart itu kemarin yang melaporkan yang memasukkan berkas kurang lebih 500-an, tetapi yang diseleksi wawancara ada 300-an,” bebernya.
Dari proses tersebut, jumlah tenaga kerja yang nantinya diterima akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Sebelumnya, Hypermart membuka kebutuhan sekitar 42 hingga 45 tenaga kerja untuk operasional di Tarakan.
“Yang akan diterima nanti kan 42 atau 45 kemarin,” terangnya.
Selain Hypermart, Indomaret juga telah melakukan proses wawancara terhadap pelamar yang memasukkan lamaran melalui Job Fair. Jumlah pelamar yang masuk ke perusahaan tersebut dilaporkan mencapai lebih dari 500 orang, sementara sekitar 300 orang mengikuti proses seleksi wawancara.
“Untuk Indomaret kemarin dilaporkan yang memasukkan lamaran 500-an lebih, tetapi yang ikut seleksi wawancara 300-an,” lanjutnya.
Proses seleksi tersebut dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk kantor perusahaan dan beberapa tempat lainnya. Namun, hasil akhir dari proses rekrutmen tersebut belum disampaikan kepada Disperinaker sebagai laporan resmi terkait realisasi penyerapan tenaga kerja.
“Ada sebagian yang sudah melaksanakan rekrut wawancara,” katanya.
Kondisi ini membuat Disperinaker belum dapat memastikan berapa banyak dari 492 formasi yang tersedia dalam Job Fair telah benar-benar terisi. Pemerintah masih menunggu laporan dari masing-masing perusahaan yang membuka lowongan.
“Dari formasi yang lowong ini sampai sekarang belum ada yang melaporkan,” tegasnya.
Agus mengatakan laporan dari perusahaan penting untuk mengetahui sejauh mana Job Fair tersebut berhasil menyerap tenaga kerja sesuai dengan jumlah lowongan yang ditawarkan. Sebab, tingginya jumlah pelamar dan berlangsungnya proses wawancara belum otomatis menunjukkan bahwa seluruh formasi telah terpenuhi.
“Yang terpenuhi laporannya? Ini belum ada,” ujarnya.
Dengan demikian, meski Job Fair Tarakan 2026 menyediakan 492 lowongan dan mendapat respons tinggi dari pencari kerja, tingkat penyerapan tenaga kerja dari kegiatan tersebut hingga kini masih belum dapat diketahui secara pasti. Disperinaker masih menunggu perusahaan menyampaikan hasil akhir rekrutmen sebagai bahan evaluasi kegiatan.
“Sampai saat ini memang belum ada feedback, laporan dari perusahaan yang kemarin,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli








