benuanta.co.id, BULUNGAN — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara (Kaltara), Ferdinand Bohoh, menegaskan pentingnya memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Ferdinand menyampaikan ketahanan daerah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan merespons saat bencana terjadi. Lebih dari itu, kesiapsiagaan harus dibangun melalui upaya pencegahan, mitigasi, pengurangan risiko, hingga peningkatan kapasitas masyarakat.
“Ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana bukanlah sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan,” kata Ferdinand, Rabu (19/8/2026).
Ia menjelaskan, kondisi geografis Kaltara yang terdiri atas wilayah perkotaan, pesisir, pedalaman hingga perbatasan memiliki tantangan tersendiri. Perbedaan kondisi geografis tersebut juga berdampak pada aksesibilitas dalam penanganan bencana.
Di sisi lain, Kaltara memiliki sejumlah potensi ancaman bencana yang perlu diantisipasi. Ancaman tersebut antara lain banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gempa bumi. Menurut Ferdinand, kondisi tersebut menuntut pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya berfokus pada penanganan setelah bencana terjadi.
“Kita harus membangun kesiapsiagaan sejak dini, memperkuat mitigasi dan meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya.
Ia menekankan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun daerah yang tangguh terhadap bencana. Dengan kesiapsiagaan yang lebih baik, risiko serta dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi dapat ditekan. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








