Pasokan MinyaKita Mulai Tersedia di Nunukan, Harga Tetap Diawasi Sesuai HET

Ekonomi, Nunukan63 views

benuanta.co.id, NUNUKAN — Sempat mengalami keterbatasan pasokan, ketersediaan minyak goreng rakyat MinyaKita di Kabupaten Nunukan kini mulai kembali normal. Pasokan dari Bulog Tarakan kembali didistribusikan ke Nunukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan, Dior Frames, melalui Pengawas Perdagangan, Yusron mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah agen dan pasar, stok MinyaKita saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Untuk stok saat ini masih aman. Dari hasil pemantauan kami di sejumlah agen dan pasar, persediaan masih bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk bulan ini bahkan sampai bulan depan,” ujar Yusron.

Menurutnya, selain MinyaKita, pasokan minyak goreng dengan berbagai merek lainnya juga masih tersedia di pasaran. Kondisi tersebut menunjukkan pasokan minyak goreng di Kabupaten Nunukan mulai kembali stabil setelah sebelumnya sempat mengalami keterbatasan.

Meski demikian, DKUKMPP Nunukan tetap melakukan pemantauan di lapangan, terutama terhadap harga jual dan distribusi. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pedagang tidak menjual MinyaKita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga :  38 Paskibraka Nunukan Siap Kibarkan Sang Saka Merah Putih pada HUT RI ke-81

“Kita lakukan pemantauan terhadap harga untuk memastikan tidak ada harga jual di atas HET, serta memastikan tidak ada pedagang yang melakukan penimbunan,” tegasnya.

Adapun HET resmi MinyaKita saat ini ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. DKUKMPP memastikan harga tersebut menjadi acuan dalam penjualan kepada masyarakat. Kondisi pasokan yang mulai membaik juga dirasakan pedagang di sejumlah pasar tradisional di Nunukan.

Astuti, salah seorang pedagang di pasar Inhutani, mengatakan pasokan MinyaKita saat ini mulai kembali lancar setelah sebelumnya sempat sulit diperoleh.

“Sekarang sudah mulai ada lagi stoknya. Sebelumnya memang sempat susah mendapatkan MinyaKita karena pasokannya terbatas. Sekarang sudah mulai masuk lagi, jadi kami bisa menjual kepada pelanggan seperti biasa,” ujar Astuti.

Menurut Astuti, MinyaKita masih menjadi salah satu minyak goreng yang banyak dicari masyarakat. Harga yang relatif terjangkau membuat permintaan terhadap produk tersebut tetap tinggi.

Baca Juga :  Angin Kencang Terjang Pembeliangan Sebuku, 8 Rumah dan 4 Fasilitas Umum Rusak

“Kalau MinyaKita memang masih banyak yang cari, terutama karena harganya lebih terjangkau. Begitu stok datang, biasanya langsung ada yang membeli. Mudah-mudahan pasokannya terus lancar supaya tidak susah lagi mendapatkannya,” katanya.

Pedagang lainnya di Pasar Jamaker, Juleha menyampaikan kondisi serupa. Ia menyebut ketersediaan minyak goreng saat ini relatif lebih baik dibandingkan sebelumnya, meskipun pedagang tetap berharap distribusi dapat berjalan secara rutin.

“Sekarang kondisinya sudah lebih baik karena barang mulai masuk. Kami berharap pasokannya jangan sampai terputus lagi, karena masyarakat tetap membutuhkan minyak goreng setiap hari,” ujarnya.

Meski pasokan di wilayah perkotaan mulai aman, distribusi MinyaKita ke sejumlah wilayah pedalaman masih menghadapi kendala. Khusus wilayah Kabudaya dan dataran tinggi Krayan, DKUKMPP belum dapat melakukan distribusi secara rutin karena keterbatasan akses transportasi.

Yusron menjelaskan, selama ini penyaluran MinyaKita ke wilayah tersebut biasanya dilakukan melalui kegiatan pasar murah yang digelar DKUKMPP Nunukan. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Baca Juga :  Bupati Irwan Sabri Tinjau Jalan Rusak di Krayan, Lima Titik Jadi Prioritas Perbaikan

“Untuk wilayah Kabudaya dan dataran tinggi Krayan, sementara ini memang belum bisa didistribusikan secara rutin karena aksesnya terbatas. Selama ini biasanya kita salurkan melalui kegiatan pasar murah yang digelar DKUKMPP,” jelasnya.

Ia memastikan pemantauan stok dan harga akan terus dilakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga di tingkat pedagang. Pemerintah juga mengingatkan agar distribusi MinyaKita tetap berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan penimbunan.

Dengan kembali masuknya pasokan dari Bulog Tarakan, pemerintah berharap kebutuhan minyak goreng masyarakat Nunukan dapat terpenuhi hingga beberapa waktu ke depan, sekaligus menjaga harga tetap berada dalam batas yang telah ditetapkan. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *