benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Utara (Kaltara) membuka peluang keterlibatan investor dalam pembangunan pelabuhan barang yang direncanakan di Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan.
Kepala Dishub Kaltara, Idham Chalid mengatakan, kebutuhan anggaran pembangunan pelabuhan yang mencapai ratusan miliar rupiah membuat pemerintah tidak hanya mengandalkan pendanaan dari APBN maupun APBD.
Karena itu, Dishub menawarkan alternatif pembiayaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) maupun investasi langsung dari pihak swasta.
“Apakah dengan mekanisme Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) berupa sharing keuntungan atau bagi hasilnya sampai beberapa tahun. Biasanya sampai 20-an tahun itu kalau kita dengan mekanisme KPBU. Itu skema penawaran yang kita sampaikan,” sebutnya, Ahad (12/7/2026).
Menurut Idham, seluruh dokumen perencanaan, masterplan, kesiapan lahan hingga hasil survei lokasi telah dipresentasikan kepada sejumlah calon investor sebagai bahan pertimbangan untuk berinvestasi di Kaltara.
“Kami sudah paparkan rencana pembangunannya, dokumen perencanaan yang siap itu apa saja, terkait lahannya dan sampai ke peninjauan lokasi. Yang kami tawarkan itu sudah kami sampaikan ke mereka semua,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, minat investor mulai terlihat. Di lokasi Menjuaring, Kabupaten Bulungan, sedikitnya sudah ada dua calon investor yang menyatakan ketertarikan. Begitu pula untuk lokasi Sungai Fatimah di Kabupaten Nunukan yang juga telah diperkenalkan kepada calon investor.
“Kalau yang sudah kami dampingi seperti Menjuaring Kabupaten Bulungan itu sudah ada dua calon investor. Juga yang di Sungai Fatimah di Nunukan sudah kami sampaikan, sudah kami dampingi juga,” tuturnya.
Selain menggandeng investor, Dishub Kaltara juga terus berupaya mendapatkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
“Iya kami juga sudah sampaikan pekerjaan-pekerjaan besar yang sudah ada lokasi dan dokumen perencanaannya. Itu kami tawarkan juga ke pusat bagaimana bisa masuk dalam anggaran APBN,” ungkapnya.
Pengecualian tadi untuk mekanisme KPBU, itu dengan investor. Kemarin ada salah satu calon investor yang diperkuat oleh BUMN termasuk dari Danantara,” katanya.
Meski demikian, Idham belum dapat memastikan kapan pembangunan akan dimulai karena seluruhnya masih bergantung pada proses tindak lanjut dari investor maupun peluang dukungan anggaran pemerintah pusat.
“Nanti tergantung perkembangan atau progres dari calon-calon investor. Kami menunggu kesiapan mereka,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina








