Persiapan Porprov II 2026 Terus Dikebut, KONI Kaltara Tunggu Kepastian Anggaran

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kepastian gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) kini tengah berkejaran dengan waktu. Meski Kabupaten Malinau telah resmi ditunjuk sebagai tuan rumah, namun kepastian mengenai waktu pelaksanaan dan kucuran anggaran dari pemerintah daerah hingga saat ini masih menjadi tanda tanya besar.

Kondisi ini memicu kekhawatiran tersendiri bagi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara. Mengingat, agenda olahraga akbar tingkat provinsi ini merupakan instrumen krusial dalam menyaring atlet-atlet berprestasi yang akan dipersiapkan menuju ajang nasional.

Wakil Ketua Umum I KONI Kaltara Bidang Organisasi, Kesejahteraan, dan Pelaku Olahraga, Wiyono Adhie, mengungkapkan secara teknis persiapan di lapangan sebenarnya sudah berjalan di jalur yang tepat. Kerja keras ini bahkan telah diinisiasi sejak Februari 2025 lalu.

Baca Juga :  Jude Bellingham Bawa Inggris ke Semifinal Setelah Kalahkan Norwegia

“Secara teknis, baik pengorganisasian maupun persiapan venues dan sebagainya, itu sudah on progress, artinya on the track-lah. Yang kita tunggu saat ini adalah tentang decision dan policy making (keputusan dan kebijakan) terkait waktu dan anggaran,” ujar Wiyono.

KONI Kaltara tidak menampik ketidakpastian anggaran ini menjadi ganjalan utama di tengah sisa waktu yang terus menipis. Urgensi Porprov II ini pun semakin tinggi mengingat Kaltara juga harus bersiap menghadapi Babak Kualifikasi (BK) PON atau Pra-PON pada tahun depan.

Untuk mengatasi jalan buntu ini, pihak KONI Kaltara bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara tengah bergerak cepat melakukan komunikasi intensif, termasuk merencanakan pertemuan lanjutan dengan Gubernur Kaltara.

“Ini yang sedang kita inisiasi melalui beliau (Kadispora), nanti kita akan ada pertemuan lebih lanjut, termasuk di dalamnya kepada Gubernur. Karena apa? Karena waktu kita sangat mepet,” tegas Wiyono.

Baca Juga :  Spanyol ke Final Setelah Bekuk Prancis 2-0

Ia menambahkan, setelah Porprov usai, KONI Kaltara harus segera menyusun program Pemusatan Latihan Daerah (TC), baik secara desentralisasi maupun sentralisasi, demi target maksimal menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Selain masalah anggaran, tantangan lain yang dihadapi Kaltara adalah keterbatasan infrastruktur olahraga.

Wiyono membeberkan, mengacu pada regulasi PON 2028 yang akan digelar di NTT, NTB, dan DKI Jakarta, awalnya ada sekitar 60 hingga 70 cabang olahraga (cabor) yang direncanakan. Namun, setelah melalui proses verifikasi faktual dan melihat kesiapan fasilitas di daerah, Porprov II Kaltara dipastikan hanya bisa mempertandingkan 48 cabor prestasi ditambah 1 cabor eksibisi, yaitu mini soccer.

Baca Juga :  Profil Semifinalis Piala Dunia 2026

Beberapa cabor unggulan terpaksa dicoret dari daftar pertandingan karena kendala fasilitas yang belum memadai di Kaltara. “Sebenarnya kita bisa melakukan kegiatan cabor yang lainnya, tetapi keterbatasan venues. Contohnya ski air, kemudian layar, lalu golf, dan lain sebagainya,” jelas Wiyono.

Meskipun dihantui ketidakpastian anggaran dari tingkat provinsi, Wiyono memastikan kesiapan di tingkat kabupaten selaku tuan rumah sudah sangat matang dan mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah setempat. Legalitas hukum pun sebenarnya telah dikantongi sejak beberapa bulan lalu.

“Gubernur melalui SK-nya sudah menetapkan sejak bulan Mei, Malinau sebagai tuan rumah Porprov itu. Ketersediaan venues sudah tidak ada masalah karena ini didukung sepenuhnya oleh Bupati dan stakeholder terkait di sana,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *