benuanta.co.id, JAKARTA – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati, menilai Panitia Kerja (Panja) Akses Pembiayaan dan Permodalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif menjadi momentum penting untuk memastikan kebijakan pembiayaan mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha.
Hal itu disampaikan Rahmawati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pejabat eselon I Kementerian Ekonomi Kreatif yang membahas berbagai strategi memperluas akses pembiayaan, memperkuat permodalan, serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Menurutnya, sektor UMKM dan ekonomi kreatif merupakan pilar penting perekonomian nasional sehingga dibutuhkan sinergi yang kuat agar setiap program pembiayaan tidak hanya membuka akses modal, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas usaha.
“UMKM dan ekonomi kreatif merupakan pilar penting perekonomian nasional. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat agar setiap program pembiayaan tidak hanya membuka akses modal, tetapi juga mampu mendorong inovasi, meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja, dan membawa pelaku usaha naik kelas,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Salah satu skema yang dibahas dalam Panja tersebut adalah usulan Kredit Alumni Kredit Usaha Rakyat (AKUR). Program itu menawarkan subsidi bunga sebesar 5 persen dengan plafon pembiayaan hingga Rp2 miliar.
Rahmawati menjelaskan, skema tersebut diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di sektor produksi dan industri pengolahan, untuk berkembang ke level usaha yang lebih tinggi.
Ia menegaskan komitmen DPR RI adalah menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada UMKM dan ekonomi kreatif guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan merata di seluruh daerah.
“Komitmen kami adalah menghadirkan kebijakan yang berpihak pada UMKM dan ekonomi kreatif demi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan merata,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







