benuanta.co.id, BALI – Anggota DPR RI Komisi VII Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati Zainal Paliwang, S.H., menegaskan pentingnya penguatan kualitas pengelolaan desa wisata di Indonesia.
Menurutnya, pengembangan desa wisata ke depan tidak lagi hanya berfokus pada penambahan jumlah,
tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), tata kelola yang profesional, serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Rahmawati saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.
“Indonesia yang memiliki lebih dari 6.000 desa wisata perlu mengalihkan fokus dari sekadar penambahan jumlah menjadi penguatan kualitas pengelolaan, peningkatan kapasitas SDM, serta pemerataan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” sebutnya.
Dalam kunjungan tersebut, Rahmawati melihat secara langsung bagaimana tata kelola yang baik, partisipasi masyarakat, dan pelestarian kearifan lokal mampu menjadikan Desa Wisata Penglipuran sebagai salah satu destinasi wisata kelas dunia. Menurutnya, desa wisata bukan hanya sekadar destinasi wisata, melainkan ruang tumbuh bagi perekonomian masyarakat, pelestarian budaya, dan pembangunan yang berkelanjutan.
“Setiap daerah memiliki identitas dan potensi yang unik. Inilah yang harus menjadi kekuatan utama dalam
membangun desa wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Rahmawati juga menyoroti pentingnya pengelolaan desa wisata yang profesional, transparan, dan akuntabel. Ia menilai pengelolaan pendapatan desa wisata harus dilakukan secara terbuka agar manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan desa.
“Pengelolaan pendapatan desa wisata harus dilakukan secara terbuka sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat, mendukung pembangunan desa, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelola,” tegasnya.
Ia pun menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan desa wisata yang berkualitas, transparan, berkelanjutan, dan berdaya saing sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penjaga kekayaan budaya Indonesia.
“Ke depan, fokus kita bukan hanya menambah jumlah desa wisata, tetapi memperkuat kualitas pengelolaan, meningkatkan kapasitas SDM, mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan desa wisata, serta memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Rahmawati mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun desa wisata Indonesia yang lebih maju, transparan, dan membanggakan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







