Anak-anak Kerap Prank Layanan 112, DKISP Tarakan: Bisa Hambat Penanganan Darurat

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kota Tarakan menyoroti masih seringnya laporan palsu atau telepon iseng yang masuk ke layanan darurat 112. Kondisi ini dinilai dapat menghambat pelayanan karena berpotensi menghalangi masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan dalam keadaan darurat.

Kepala DKISP Kota Tarakan, Endah Sarastiningsih, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan layanan 112 merupakan salah satu fasilitas yang dikelola melalui Tarakan Command Center (TCC) sebagai pusat aduan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, petugas masih kerap menerima panggilan yang tidak berkaitan dengan kondisi kedaruratan.

“Telepon prank atau telepon iseng itu justru yang paling sering dilakukan anak-anak,” ungkapnya, Sabtu (30/5/2026).

Ia menerangkan, setiap panggilan yang masuk ke 112 akan tetap ditindaklanjuti oleh petugas. Akibatnya, ketika petugas sedang menangani telepon iseng, masyarakat lain yang sedang menghadapi situasi darurat harus menunggu hingga saluran kembali tersedia.

Baca Juga :  Rekaman Telepon Viral, LDII Tarakan Laporkan Akun TikTok Info Kaltara ke Polisi

“Menjadi permasalahannya ketika anak ini direspons, telepon sesungguhnya yang di belakangnya tidak bisa masuk, jadi dia harus menunggu,” terangnya.

Menurutnya, fenomena tersebut cenderung meningkat saat masa libur sekolah. Anak-anak yang memiliki banyak waktu luang di rumah sering kali memanfaatkan telepon seluler milik orang tua untuk menghubungi layanan 112 tanpa alasan yang jelas.

“Justru pada saat anak-anak libur, itu yang sering muncul karena mungkin dia bosan di rumah lalu menelepon 112,” jelasnya.

Untuk menekan kasus serupa, DKISP telah mulai melakukan edukasi langsung ke lingkungan sekolah. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi yang pernah dilaksanakan di SMP Negeri 1 Tarakan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelajar mengenai fungsi layanan darurat.

Baca Juga :  Tarakan Titik Transit Strategis Misi TNI AU ke Brunei Darussalam

“Karena itu kami pernah melakukan sosialisasi juga di SMP 1 agar anak-anak memahami fungsi layanan ini,” bebernya.

Endah menegaskan, layanan 112 hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dari pemerintah. Oleh karena itu, masyarakat diminta menggunakan layanan tersebut secara bertanggung jawab dan tidak menjadikannya sarana hiburan atau candaan.

“Kami mengimbau supaya telepon 112 itu dipakai memang betul-betul untuk kedaruratan,” tegasnya.

Selain layanan 112, DKISP melalui TCC juga mengelola sejumlah layanan publik lainnya seperti ambulans, mobil jenazah, hingga pemantauan CCTV yang tersebar di berbagai titik di Kota Tarakan. Keberadaan layanan tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“TCC ini merupakan program prioritas wali kota yang memberikan berbagai layanan untuk masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Endah juga terus mendorong masyarakat untuk aktif memanfaatkan kanal pengaduan resmi yang telah disediakan pemerintah pusat maupun daerah. Masyarakat diminta melaporkan berbagai persoalan yang memang membutuhkan penanganan, termasuk konten negatif di ruang digital, sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kewenangan masing-masing instansi.

Baca Juga :  Lewati Pemeriksaan Ketat, Petugas Pastikan Hewan Kurban di RPH Tarakan Aman Dikonsumsi 

“Kita berharap semuanya bisa berpartisipasi dan ikut peduli dengan cara menggunakan kanal pengaduan secara benar,” ujarnya.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, Endah berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga efektivitas layanan darurat. Dengan demikian, setiap laporan yang masuk dapat ditangani secara optimal dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan tidak mengalami keterlambatan akibat telepon palsu maupun panggilan iseng.

“Jangan dipakai untuk iseng, karena layanan ini disediakan untuk membantu masyarakat dalam kondisi darurat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *