benuanta.co.id, TARAKAN – Layanan pemeriksaan CT Scan di Kota Tarakan lumpuh selama dua pekan terakhir setelah alat milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK Tarakan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut diperparah lantaran alat serupa milik rumah sakit Pertamedika yang selama ini menjadi mitra pelayanan juga mengalami gangguan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, dr. Budy Azis B, mengatakan pihak rumah sakit saat ini masih menunggu kedatangan suku cadang untuk memperbaiki alat tersebut. Komponen pengganti didatangkan dari Jakarta melalui Balikpapan.
“Kalau CT Scan rusak, kita sudah ada perbaikan. Ini cuma menunggu. Ada spare part yang kita tunggu dari Balikpapan. Insyaallah minggu depan sudah selesai,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya intensitas penggunaan menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan alat. Dalam sehari, RSUD dr. H. Jusuf SK melayani lebih dari 12 pasien yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan. Oleh karena itu pihaknya membutuhkan alat lain yang dapat mem-backup mesin yang rusak.
Selama ini, RSUD dr. H. Jusuf SK menjalin kerja sama dengan Pertamedika untuk pelayanan CT Scan. Bahkan, ketika alat milik Pertamedika mengalami gangguan, pasien akan dialihkan ke RSUD dr. H. Jusuf SK. Namun, saat ini kedua rumah sakit sama-sama tidak dapat memberikan layanan pemeriksaan tersebut.
“Nah, selama ini kita selalu kerja sama sama Pertamedika. Sedangkan Pertamedika juga rusak dan minta bantuan ke kami. Jadi pasien dari Pertamedika lari ke kami. Sedangkan punya kami sekarang rusak. Nah, sekarang dua-duanya rusak. Jadi pasien di Tarakan ini tidak bisa CT Scan,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, alat CT Scan milik RSUD dr. H. Jusuf SK telah mengalami kerusakan selama kurang lebih dua minggu. Akibat gangguan tersebut, sekitar 10 hingga 12 pasien per hari terdampak dan harus menunggu hingga pelayanan kembali normal.
“Hitung saja, kurang lebih sehari 10 sampai 12 pasien,” tuturnya.
Ia menambahkan, teknisi khusus dari Balikpapan telah didatangkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap alat tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan adanya komponen yang harus diganti.
“Kemarin sudah datang. Minggu ini sudah datang. Sudah datang ngecek alat. Ternyata ada alat yang harus diganti. Nah, itu menunggu,” jelas Budy.
Suku cadang yang diperlukan masih dalam proses pengiriman dari Jakarta. Rumah sakit menargetkan perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga pelayanan CT Scan dapat kembali beroperasi pekan depan.
Terkait kebutuhan alat cadangan, ia mengungkapkan RSUD dr. H. Jusuf SK pernah mengusulkan pengadaan CT Scan tambahan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara pada 2024. Namun, usulan tersebut belum kembali diajukan tahun ini karena keterbatasan ruangan.
“Tahun 2024 kita pernah mengusulkan. Tahun ini belum karena tempatnya yang tidak ada,” terangnya.
Ia menjelaskan, ruangan yang sebelumnya disiapkan untuk alat CT Scan cadangan kini telah digunakan untuk pemasangan alat Shock Wave Lithotripsy (SWL), yakni alat pemecah batu ginjal untuk pasien urologi.
“Dulu itu untuk CT Scan backup. Tapi karena tempatnya sekarang kita pakai untuk SWL, jadi kita harus bangun
baru lagi tempat,” ucapnya.
Untuk menghadirkan satu unit CT Scan baru sebagai alat cadangan, RSUD dr. H. Jusuf SK diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar, di luar pembangunan gedung penunjang.
Kendati demikian, Budy mengaku belum mengetahui secara pasti kapan alat CT Scan yang ada saat ini mulai digunakan karena pengadaannya dilakukan sebelum dirinya bertugas di rumah sakit tersebut.
“Itu 2000 berapa ya, saya lupa. Sebelum saya datang ke sini sudah ada CT Scan tersebut. Sudah lama, mungkin 2020 atau 2021,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







