benuanta.co.id, BULUNGAN – Gua berlapis Desa Baratan Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi salah satu lokasi yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru. Untuk sampai ke lokasi ini, pengunjung harus menempuh perjalanan yang cukup panjang. Namun, pemandangan alam yang disuguhkan sepanjang perjalanan membuat rasa lelah seakan terbayar saat tiba di lokasi.
Perjalanan menuju Gua Berlapis Baratan dimulai dari Kota Tanjung Selor. Menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua, pengunjung menuju Jalan Poros Bulungan-Malinau di Kecamatan Tanjung Selor. Waktu perjalanan dari pusat kota menuju jalan masuk kawasan goa sekitar 30 menit.
Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat melihat rumah-rumah warga yang berada di pinggir jalan dan hutan hijau yang masih terjaga. Suasana tersebut menjadi pemandangan yang menemani perjalanan menuju lokasi wisata.
Memasuki jalan menuju Gua, kondisi jalan mulai berbeda. Sebagian jalur masih berupa tanah dan bebatuan. Jalan tersebut terlihat baru dibuka untuk memudahkan akses menuju lokasi gua.
Sesampainya di titik awal jalur masuk, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih satu kilometer. Jika kondisi cuaca cerah, waktu tempuh menuju goa kurang lebih 30 menit. Namun jika sebelumnya turun hujan, perjalanan bisa memakan waktu hampir satu jam karena jalan menjadi licin dan cukup sulit dilalui.
Jalur menuju Gua Berlapis juga cukup menantang. Pengunjung harus melewati tanjakan, jalan berbatu, dan beberapa bagian yang menanjak seperti mendaki bukit kecil. Meski begitu, suasana alam yang masih alami membuat perjalanan tetap terasa menyenangkan.
Di sepanjang perjalanan, pengunjung akan menemukan banyak pohon besar yang tumbuh di kawasan hutan. Selain itu terdapat rumpun bambu dan berbagai jenis tumbuhan liar yang masih tumbuh alami. Suasana hutan yang sejuk membuat perjalanan terasa lebih nyaman.
Untuk memudahkan pengunjung beristirahat, di sepanjang jalur juga terdapat beberapa pos pemberhentian. Pos tersebut biasanya digunakan pengunjung untuk melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi gua.
Setelah berjalan hampir satu jam, gua berlapis akhirnya terlihat. Pemandangan pertama yang terlihat adalah pintu kecil berada di bawah perbukitan. Saat memasuki bagian dalam, pengunjung akan melihat luasnya ruangan gua yang menjadi tempat tinggal burung walet.
Suara burung walet yang beterbangan di dalam gua terdengar cukup jelas dan menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Kondisi di dalam gua yang gelap membuat pengunjung disarankan membawa lampu senter agar dapat melihat keindahan bagian dalam gua dengan lebih jelas.
Semakin masuk ke dalam, pengunjung akan menemukan salah satu daya tarik utama Gua Berlapis, yaitu batu yang dapat menghasilkan suara seperti alat musik. Batu tersebut akan mengeluarkan bunyi yang berbeda ketika dipukul atau digesek menggunakan kayu pada bagian tertentu.
Fenomena unik ini sering disebut sebagai “batu musik” oleh para pengunjung. Suara yang dihasilkan terdengar merdu dan menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian saat menjelajahi gua.
Selain batu musik, terdapat juga beberapa batu yang memiliki gambar dan tulisan. Tulisan tersebut diduga merupakan peninggalan orang-orang yang pernah berada di dalam gua pada masa lalu. Beberapa gambar yang terlihat menyerupai wajah dan tulisan nama.
Berbagai keunikan yang ada membuat banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan untuk berfoto. Selain menikmati pemandangan di dalam gua, mereka juga dapat merasakan suasana alam yang masih terjaga dan alami.
Meski memiliki keindahan yang menarik, pengunjung tetap diingatkan untuk berhati-hati saat berada di dalam kawasan gua. Beberapa serangga hutan masih dapat ditemukan di sekitar lokasi.
Salah seorang pengunjung, Atiqa, mengatakan perjalanan menuju gua berlapis memang cukup melelahkan. Namun menurutnya, keindahan yang ada di dalam gua membuat perjalanan tersebut tidak terasa sia-sia.
“Perjalanannya memang cukup jauh dan ada beberapa bagian jalan yang sulit dilewati, apalagi setelah hujan. Tapi setelah sampai di dalam gua, pemandangannya sangat bagus dan menarik untuk dilihat. Tempat ini cocok bagi yang suka wisata alam,” katanya.
Dengan berbagai keunikan yang dimiliki, Gua Berlapis dinilai memiliki potensi besar menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Bulungan. Selain menyajikan keindahan alam dan suasana hutan yang masih alami, perjalanan menuju lokasi juga memberikan pengalaman petualangan yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
Bagi pecinta wisata alam, Gua Berlapis bukan hanya tentang tujuan akhir perjalanan, tetapi juga tentang pengalaman menyusuri alam Kalimantan yang masih terjaga keasriannya. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







