benuanta.co.id, BULUNGAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan penghentian sementara penerbangan Wings Air rute Tanjung Selor–Balikpapan dipicu rendahnya tingkat keterisian penumpang (load factor).
Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, Idham Chalid menjelaskan, maskapai membutuhkan tingkat keterisian penumpang yang memadai agar operasional penerbangan tetap berjalan. Namun, pada rute tersebut, load factor dinilai masih berada di bawah batas yang dibutuhkan.
“Kalau load factor mencapai sekitar 40 persen saja sebenarnya masih bisa dipertahankan. Tetapi yang terjadi justru masih di bawah angka itu,” sebutnya, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, informasi tersebut diperoleh dari hasil komunikasi dengan pihak Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor. Rendahnya jumlah penumpang membuat biaya operasional penerbangan tidak dapat tertutupi.
Ia menjelaskan, salah satu komponen biaya terbesar yang ditanggung maskapai adalah bahan bakar avtur. Bahkan, sekitar 40 persen biaya operasional penerbangan habis untuk kebutuhan bahan bakar, sementara harga avtur juga mengalami kenaikan.
“Biaya operasional mereka tidak tertutup. Sekitar 40 persen pengeluaran operasional itu untuk BBM, sementara harga avtur sekarang juga naik,” katanya.
Meski demikian, Dishub Kaltara menegaskan penghentian rute tersebut bersifat sementara. Pemerintah daerah akan terus berupaya berkoordinasi dengan pihak maskapai agar layanan penerbangan Tanjung Selor–Balikpapan dapat kembali beroperasi.
“Kalau bisa dibilang ini sementara. Nanti akan kami upayakan lagi supaya rute ini bisa kembali dibuka. Sebelumnya juga sudah pernah terjadi dua kali dan akhirnya bisa beroperasi lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini izin atau trayek penerbangan rute Tanjung Selor–Balikpapan masih tetap tersedia. Karena itu, peluang bagi Wings Air untuk kembali melayani rute tersebut masih terbuka apabila tingkat permintaan penumpang kembali meningkat. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Endah Agustina







