benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memprioritaskan Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung untuk lokasi awal pengembangan dan restorasi ekosistem mangrove. Kedua daerah itu dipilih karena memiliki kawasan mangrove yang luas dan dinilai berpotensi memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kaltara, Bertius, mengatakan pengembangan mangrove menjadi bagian dari kerja sama berbagai pihak melalui program pengelolaan hutan yang didukung pemerintah Indonesia dan Jerman. Program tersebut juga sejalan dengan upaya Pemprov Kaltara mendorong transformasi ekonomi hijau dan ekonomi biru.
“Bulungan dan Tana Tidung dipilih karena luasan mangrovenya memang cukup besar. Di Bulungan ada kawasan Delta Kayan yang didominasi mangrove, sedangkan di Tana Tidung kawasan Bebatu juga memiliki potensi yang sangat baik,” kata Bertius belum lama ini.
Ia menjelaskan, keberadaan mangrove tidak hanya penting sebagai pelindung kawasan pesisir dan habitat berbagai biota laut, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui perdagangan karbon.
Menurutnya, Kalimantan Utara memiliki kawasan mangrove sekitar 350 ribu hektare. Potensi ini menjadi modal besar bagi daerah untuk mendukung upaya pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus untuk membuka peluang ekonomi baru.
“Kami ingin masyarakat pesisir tidak hanya menjaga mangrove, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan hutan mangrove itu sendiri. Salah satunya melalui potensi perdagangan karbon yang saat ini mulai berkembang,” ujarnya.
Baperida, lanjut Bertius, berperan mengoordinasikan berbagai perangkat daerah agar program pengelolaan mangrove berjalan selaras dengan rencana pembangunan daerah. Sinergi dilakukan bersama perangkat daerah yang membidangi kehutanan, kelautan dan perikanan, lingkungan hidup, hingga pemberdayaan masyarakat.
Selain dua kabupaten tersebut, Kabupaten Nunukan juga memiliki potensi mangrove yang cukup besar. Namun, pengembangannya akan dilakukan melalui skema program lain bersama pemerintah pusat dan sejumlah mitra pembangunan.
“Untuk tahap awal kami fokus di Bulungan dan Tana Tidung. Sementara Nunukan akan diintervensi melalui program lain yang sudah disiapkan bersama para mitra. Intinya, Pemprov Kaltara berkomitmen menjaga ekosistem mangrove agar tetap lestari sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Bertius.(*)
Reporter: Alvianita
Editor: Endah Agustina








