Beban Puncak Capai 81,52 MW, PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Kaltara Tetap Aman

benuanta.co.id, TARAKAN – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kalimantan Utara memastikan sistem kelistrikan di wilayah kerjanya tetap berada dalam kondisi aman meski beban puncak telah mencapai 81,52 megawatt (MW). Dengan total daya mampu sebesar 91,79 MW, PLN menyebut masih tersedia cadangan daya sekitar 10,27 MW atau sekitar 11 persen untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, sektor bisnis, hingga industri.

Manager PLN UP3 Kalimantan Utara, Dedy Suhendra melalui Asisten Manajer Umum PLN UP3 Kaltara, Irwan, mengungkapkan secara umum kondisi sistem kelistrikan di wilayah Kaltara masih mampu melayani kebutuhan pelanggan. Untuk menjaga keandalan tersebut, PLN terus melakukan pemantauan terhadap seluruh sistem kelistrikan, memastikan kesiapan infrastruktur, pasokan energi, hingga operasional pembangkit agar pelayanan tetap optimal.

“Secara umum, kondisi sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN UP3 Kalimantan Utara masih dalam kondisi aman dan cukup memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, sektor bisnis, maupun industri,” ungkapnya, Sabtu (4/7/2026).

Ia menjelaskan, hingga Mei 2026 total daya mampu sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN UP3 Kaltara mencapai 91,79 MW, sedangkan beban puncaknya berada di angka 81,52 MW. Kondisi tersebut membuat sistem masih memiliki cadangan daya sebesar 10,27 MW atau sekitar 11 persen yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga keandalan pasokan listrik.

“Cadangan daya yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan kelistrikan,” jelasnya.

Baca Juga :  Adu Taktik dan Adu Gengsi Warnai Piala Gubernur Futsal Kaltara 2026

Irwan membeberkan, dari 10 sistem kelistrikan yang dikelola PLN UP3 Kaltara, Sistem Tanjung Selor telah terhubung dengan sistem interkoneksi 150 kV Mahakam–Barito sehingga memperoleh dukungan pasokan dari sistem kelistrikan Kalimantan. Sementara itu, sembilan sistem lainnya masih beroperasi secara terisolasi sehingga pengelolaannya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

“Sistem Tanjung Selor telah mendapat dukungan dari sistem interkoneksi Kalimantan,” bebernya.

Meski demikian, PLN tetap mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik, khususnya pada sejumlah sistem terisolasi seperti Nunukan, Sei Menggaris, serta Sebuku, Tulin Onsoi, dan Atap. Menurut Irwan, kapasitas yang ada saat ini masih mencukupi, namun penambahan kapasitas pembangkit tetap disiapkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

“Penambahan kapasitas pembangkit di beberapa sistem terisolasi sedang kami upayakan,” paparnya.

Untuk mendukung kebutuhan listrik dalam beberapa tahun mendatang, PLN telah menyiapkan berbagai program pengembangan sistem sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). Pengembangan tersebut meliputi penambahan kapasitas pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi, serta perluasan sistem interkoneksi secara bertahap mengikuti proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik di Kalimantan Utara.

“Pengembangan sistem kelistrikan terus dilakukan sesuai proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik di Kalimantan Utara,” tegasnya.

Ia menuturkan, kondisi geografis Kalimantan Utara yang didominasi wilayah kepulauan, pedalaman, dan perbatasan menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Untuk mengatasinya, PLN memperkuat pengamanan pasokan energi, meningkatkan sistem proteksi jaringan, memastikan distribusi logistik ke daerah terpencil, serta melaksanakan pemeliharaan jaringan secara berkala.

Baca Juga :  Ombudsman Kaltara Soroti Celah Verifikasi Sertifikat Prestasi di SPMB, Minta Juknis Diperjelas

“Karakteristik wilayah menjadi tantangan dalam penyediaan listrik di Kalimantan Utara,” tuturnya.

Apabila terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem, pohon tumbang, longsor, maupun gangguan jaringan di daerah yang sulit dijangkau, PLN segera menerjunkan personel untuk melakukan penelusuran penyebab gangguan dan mempercepat proses pemulihan. Selain itu, masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center PLN 123 yang beroperasi selama 24 jam.

“Setiap laporan masyarakat akan segera kami tindak lanjuti sesuai prosedur,” katanya.

Menurut Irwan, gangguan jaringan listrik di Kalimantan Utara umumnya dipengaruhi faktor cuaca ekstrem, sambaran petir, pohon yang mendekati jaringan, hewan, maupun benda asing yang mengenai jaringan listrik. Karena itu, PLN rutin melakukan inspeksi dan pemeliharaan jaringan sekaligus mengajak masyarakat ikut menjaga ruang bebas jaringan listrik dengan melaporkan potensi gangguan melalui PLN Mobile, Contact Center 123, maupun unit PLN terdekat.

“Partisipasi masyarakat sangat membantu dalam meminimalkan potensi gangguan jaringan,” ujarnya.

Di sisi pemerataan akses listrik, PLN terus menjalankan Program Listrik Desa sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk menghadirkan listrik hingga wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Hingga saat ini masih terdapat 395 desa di Kalimantan Utara yang belum teraliri listrik PLN. Sepanjang tahun 2026, PLN telah berhasil menyalakan listrik di 10 desa dan dusun dengan total 767 pelanggan yang tersebar di Kabupaten Bulungan, Nunukan, Malinau, dan Tana Tidung.

Baca Juga :  Dispora Kaltara Perkuat Pembinaan Sepak Takraw lewat Dukungan Hibah

“Setiap tahun kami terus memperluas jangkauan layanan sesuai target yang telah ditetapkan bersama pemerintah,” terangnya.

Untuk mempercepat pemerataan layanan, PLN juga terus bersinergi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui Program Listrik Desa dan Program Bantuan Pasang Baru Listrik bagi masyarakat kurang mampu. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan rasio desa berlistrik sekaligus menghadirkan akses energi yang lebih merata di Kalimantan Utara.

“Sinergi dengan pemerintah menjadi kunci mempercepat pemerataan akses listrik,” imbuhnya.

Selain memperluas jaringan, PLN juga terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui pembangunan infrastruktur energi, pengembangan interkoneksi sistem kelistrikan, digitalisasi peralatan operasi dan proteksi jaringan, pembangunan pembangkit baru, serta penguatan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi PLN dalam menjaga keandalan sistem sekaligus memberikan pelayanan yang semakin mudah diakses masyarakat.

“Kami terus mengembangkan sistem dan layanan agar kelistrikan di Kalimantan Utara semakin andal,” tutupnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *