benuanta.co.id, TARAKAN – Persaingan Piala Gubernur Futsal Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 semakin memanas. Setelah melewati babak penyisihan hingga 16 besar, kompetisi kini memasuki fase perempat final yang mempertemukan delapan tim terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltara untuk memperebutkan tiket menuju semifinal.
Ketua Panitia Piala Gubernur Futsal Kaltara 2026, Riski Sovayunanto, mengatakan seluruh pertandingan sejak kick off berlangsung sesuai jadwal dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat. Menurutnya, memasuki babak delapan besar kualitas pertandingan dipastikan meningkat karena seluruh tim telah menunjukkan performa terbaik sejak fase penyisihan.
“Mulai babak ini pertandingan akan semakin kompetitif karena semua tim yang tersisa merupakan tim-tim terbaik hasil penyisihan,” ungkapknya, Kamis (9/7/2026).
Delapan tim yang berhasil melaju ke perempat final yakni SMAN 8 Malinau, SMAN 2 Nunukan Selatan, SMAN 4 Tarakan, MA As’adiyah Sebatik, SMAN 1 Nunukan Selatan, SMAN 1 Sebatik, SMAN 1 Nunukan, dan SMAN 1 Tarakan. Berdasarkan jadwal pertandingan, keempat laga perempat final akan digelar pada Kamis (9/7/2026) di GOR Dwikora Kabupaten Nunukan.
“Seluruh pertandingan akan berlangsung dalam satu hari sehingga setiap tim harus benar-benar siap menghadapi laga penentuan,” jelasnya.
Riski menjelaskan tingginya kualitas persaingan tidak terlepas dari meningkatnya jumlah peserta tahun ini. Turnamen diikuti 40 tim SMA, SMK, dan MA se-Kalimantan Utara, meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang diikuti 32 tim.
“Dari 32 tim tahun lalu meningkat menjadi 40 tim, bahkan kemarin sempat ada tiga tim yang masuk waiting list karena antusiasme sekolah sangat tinggi,” terangnya.
Menurutnya, peningkatan jumlah peserta menjadi bukti bahwa Piala Gubernur Futsal Kaltara semakin mendapat tempat di kalangan pelajar. Penambahan kuota peserta juga merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dalam memperluas pembinaan atlet muda melalui kompetisi yang berjenjang.
“Instruksi Pak Gubernur sejak awal adalah memberikan ruang seluas-luasnya bagi pembinaan atlet pelajar selama masih memungkinkan untuk difasilitasi,” bebernya.
Selain mengejar prestasi, turnamen ini juga menjadi ajang bagi para pelajar untuk menambah pengalaman bertanding di level provinsi. Sertifikat keikutsertaan dalam kejuaraan tingkat provinsi tersebut diharapkan dapat menjadi nilai tambah ketika peserta melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun mengikuti berbagai seleksi lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin kejuaraan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi para peserta, bukan hanya soal hasil pertandingan,” tuturnya.
Riski menambahkan panitia sejak awal berupaya menjaga kualitas penyelenggaraan melalui technical meeting, penerapan regulasi pertandingan yang jelas, hingga penugasan wasit dari beberapa daerah di Kaltara agar setiap pertandingan berjalan profesional dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami ingin seluruh peserta merasa mendapatkan perlakuan yang adil sehingga pertandingan benar-benar ditentukan oleh kemampuan masing-masing tim,” tambahnya.
Ia optimistis pertandingan perempat final akan menyajikan duel yang lebih menarik karena seluruh tim membawa nama baik sekolah dan daerahnya masing-masing. Dukungan suporter juga diperkirakan akan semakin besar seiring semakin dekatnya perebutan gelar juara.
“Kami berharap semua tim tetap menjunjung sportivitas dan memberikan pertandingan terbaik sehingga masyarakat dapat menikmati kompetisi futsal pelajar yang berkualitas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli








