Pemprov Kaltara Tegaskan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Simbol Kedaulatan Negara

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 bukan sekadar agenda distribusi uang layak edar, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Provinsi Kaltara, Sapi’i, saat mewakili Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, dalam kegiatan pelepasan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Selasa (14/7/2026) yang merupakan hasil sinergi antara Bank Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL).

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, saya menyampaikan apresiasi dan menyambut baik terselenggaranya kegiatan yang sangat strategis ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat mencerminkan semangat gotong royong antarlembaga dalam menjaga kedaulatan negara, memperkuat perekonomian nasional, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat hingga wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi implementasi amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang memberikan kewenangan kepada Bank Indonesia untuk melaksanakan pengelolaan rupiah, mulai dari perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan, hingga pemusnahan uang rupiah.

Baca Juga :  Akademisi Usulkan Perda Parkir untuk Atasi Dampak Matinya Angkutan Umum

“Amanat tersebut dijalankan untuk memastikan tersedianya uang rupiah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam jumlah yang cukup, dengan pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat serta dalam kondisi berkualitas dan layak edar,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan, penggunaan rupiah di seluruh wilayah Indonesia merupakan wujud nyata kedaulatan negara yang memiliki arti penting dan strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain sebagai alat pembayaran yang sah, rupiah juga menjadi simbol identitas nasional, pemersatu bangsa, serta cerminan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, menjaga eksistensi rupiah berarti menjaga martabat bangsa, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa bangga dan cinta tanah air. Sebagai provinsi yang berada di garis depan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kaltara dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga dan memperkuat kedaulatan bangsa.

Ia mengatakan, wilayah perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai benteng pertahanan negara, tetapi juga menjadi kawasan strategis dalam membangun kerja sama lintas batas yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Bulungan dan Tana Tidung Jadi Prioritas Pengembangan Mangrove di Kaltara

“Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk mendukung penggunaan rupiah di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Kehadiran rupiah hingga wilayah perbatasan, daerah terpencil, dan pulau-pulau terluar merupakan bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Ekspedisi Rupiah Berdaulat juga memiliki makna penting dari aspek pertahanan negara. Keterlibatan Bank Indonesia bersama TNI AL menunjukkan komitmen negara untuk menjangkau seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat yang berada di wilayah perbatasan dan kawasan perairan strategis.

Melalui peran TNI AL, keamanan dan pertahanan wilayah perbatasan diharapkan tetap terjaga. Kehadiran kapal perang dalam ekspedisi tersebut menjadi simbol kesiapsiagaan negara dalam melindungi kedaulatan teritorial Indonesia dari berbagai ancaman.

“Di sisi lain, Bank Indonesia menjalankan mandatnya dalam menjaga kedaulatan ekonomi. Melalui distribusi rupiah hingga ke pelosok negeri, kehadiran rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional,” tuturnya.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 akan berlangsung pada 14 hingga 20 Juli 2026 dengan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Ajak-653. Dalam pelaksanaannya, tim akan mengunjungi lima wilayah terdepan, terluar, dan terpencil, yakni Pulau Sebatik dan Pulau Bunyu di Kalimantan Utara, serta Pulau Maratua, Teluk Sulaiman, dan Pulau Derawan di Kalimantan Timur.

Baca Juga :  RSUD dr. H Jusuf SK Gandeng Dokter Subspesialis Bedah Onkologi Baru

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat di wilayah perbatasan dan kepulauan akan memperoleh akses terhadap uang rupiah layak edar sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan rupiah dalam setiap aktivitas ekonomi. Sapi’i pun menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut atas terselenggaranya Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026.

“Semoga pelaksanaan ekspedisi ini berjalan dengan aman, lancar, dan sukses serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kami berharap sinergi antara Bank Indonesia, TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperkuat kedaulatan ekonomi bangsa, serta memastikan rupiah senantiasa hadir di setiap jengkal wilayah Indonesia,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *