benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Kota Tarakan selama sepekan ke depan (1-7 Juni 2026) relatif kondusif. Meski cuaca pada siang hingga sore hari cenderung cerah berawan hingga berawan, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang berpeluang terjadi pada malam hari.
Forecaster on Duty BMKG Tarakan, Ida Bagus Yamuna, mengungkapkan secara umum kondisi atmosfer di wilayah Tarakan masih mendukung cuaca yang cukup baik untuk berbagai aktivitas masyarakat. Namun demikian, peluang hujan masih perlu diperhatikan, terutama saat malam hari.
“Untuk kondisi cuaca Kota Tarakan selama seminggu ke depan diprakirakan cerah berawan hingga berawan,” ungkapnya, Ahad (31/5/2026).
Menurutnya, perubahan cuaca berpotensi terjadi pada malam hari dengan peluang hujan yang bervariasi. Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena dapat memengaruhi aktivitas masyarakat yang berlangsung setelah matahari terbenam.
“Pada malam hari ada potensi hujan ringan hingga hujan lebat,” jelasnya.
Selain kondisi cuaca, BMKG juga memprakirakan suhu udara di Kota Tarakan berada pada rentang yang relatif normal untuk wilayah pesisir. Suhu tersebut dinilai masih cukup nyaman untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Suhu udara berkisar antara 26 hingga 31 derajat Celsius,” sebutnya.
Tingkat kelembaban udara selama beberapa hari ke depan juga diperkirakan cukup tinggi. Kelembaban yang tinggi umumnya berpengaruh terhadap pembentukan awan hujan serta kondisi udara yang terasa lebih lembap.
“Kelembaban udara diprakirakan berkisar antara 73 sampai 97 persen,” bebernya.
Sementara itu, kecepatan angin di wilayah Tarakan diprediksi masih berada dalam kategori normal. Kondisi ini dinilai belum menunjukkan adanya potensi gangguan cuaca signifikan yang dipicu oleh angin kencang.
“Kecepatan angin berkisar antara 2 hingga 15 kilometer per jam,” terangnya.
Terkait potensi banjir rob yang kerap menjadi perhatian masyarakat pesisir, BMKG menyebut belum terdapat indikasi terjadinya fenomena tersebut dalam rentang waktu 1 hingga 7 Juni mendatang. Masyarakat di kawasan pesisir pun dapat beraktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini.
“Potensi banjir rob pada tanggal 1 sampai 7 Juni belum ada,” tegasnya.
Meski demikian, BMKG mencatat adanya potensi kenaikan muka air laut pada pertengahan Juni mendatang. Fenomena ini berkaitan dengan fase bulan baru yang secara astronomis dapat memengaruhi kondisi pasang surut air laut.
“Diprakirakan ada kenaikan muka laut pada rentang 14 hingga 16 Juni karena memasuki fase bulan baru,” imbuhnya.
Atas kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan informasi cuaca yang dikeluarkan secara resmi, terutama bagi mereka yang beraktivitas di wilayah perairan. Kewaspadaan diperlukan guna mengantisipasi dampak cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Bagi masyarakat yang ingin beraktivitas pada malam hari, terutama yang melaut, harap lebih berhati-hati mengingat adanya potensi hujan lebat pada malam hari,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







