benuanta.co.id, NUNUKAN– Curah hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur wilayah dataran tinggi Krayan dan menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur jalan.
Akses penghubung antarkecamatan kini mengalami kerusakan parah sehingga menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli, menyampaikan kondisi jalan semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir.
“Ruas yang terdampak paling parah berada di jalur Lembudud, Krayan Barat menuju Long Layu, Krayan Selatan hingga Binuang, Krayan Tengah,” kata Oktavianus.
Menurutnya, tingginya intensitas hujan mempercepat kerusakan jalan di sejumlah titik. Hal ini berdampak langsung pada aktivitas transportasi dan distribusi barang di wilayah tersebut.
Ia mengatakan, akibat kerusakan tersebut, pasokan kebutuhan pokok masyarakat mulai terganggu. Kendaraan pengangkut sembako dan bahan bakar minyak (BBM) kesulitan menjangkau wilayah Krayan Selatan, sehingga memicu kelangkaan barang di pasaran.
“Beberapa kebutuhan seperti gula mulai sulit ditemukan. Kalaupun tersedia, harganya naik menjadi Rp20 ribu hingga Rp30 ribu,” bebernya.
Oktavianus memperkirakan panjang jalan yang mengalami kerusakan mencapai sekitar 42 kilometer. Selain itu, beberapa jembatan di sepanjang jalur tersebut juga dilaporkan ambruk, sehingga memperparah kondisi akses transportasi.
Dampak kerusakan ini tidak hanya dirasakan pada sektor distribusi barang sembako tetapi juga mengganggu pelayanan publik. Aktivitas pemerintahan kecamatan serta layanan kesehatan di puskesmas ikut terdampak, terutama karena terhambatnya pengiriman obat-obatan dari Long Bawan.
“Dengan kondisi yang seperti ini membuat mobilitas masyarakat dan pelayanan dasar kita di Krayan Selatan semakin terhambat,” jelasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







