benuanta.co.id, NUNUKAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Nunukan sejak Minggu malam hingga Senin (1/6/2026) pagi memicu banjir dan tanah longsor di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan. Puluhan rumah warga terdampak akibat luapan sungai, sementara material longsor sempat menutupi sebagian badan jalan menuju Sei Lancang.
Irfan (29), warga RT 07 Kampung Somel, mengaku sempat khawatir saat air sungai mulai meluap dan masuk ke permukiman warga pada pagi hari.
“Air naik cukup cepat setelah hujan deras semalaman. Kami langsung mengamankan barang-barang yang ada di dalam rumah. Alhamdulillah banjir tidak berlangsung lama dan siang hari air sudah mulai surut,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
“Kami berharap ada langkah antisipasi ke depan karena kalau hujan deras terus terjadi, warga tentu khawatir banjir seperti ini terulang lagi. Apalagi ada anak-anak dan lansia di lingkungan kami,” katanya.
Kasubbid Penyelamatan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 10.00 Wita dan langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan pemantauan serta penanganan awal.
“Banjir terjadi di Kampung Somel RT 07 akibat luapan sungai setelah hujan deras sejak malam hari. Lebih dari 20 rumah terdampak, dengan empat bangunan termasuk satu masjid sempat terendam air,” kata Hasanuddin.
Menurutnya, meski sempat menggenangi permukiman warga, kondisi banjir berangsur surut sekitar pukul 13.00 Wita sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Tidak ada warga yang mengungsi maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Selain banjir, BPBD juga mencatat adanya tanah longsor di kawasan perbukitan RT 04 Kelurahan Tanjung Harapan, tepatnya di ruas jalan yang menghubungkan Mamolo dan Sei Lancang.
“Longsoran memiliki tinggi sekitar lima meter dengan panjang kurang lebih 15 meter. Material tanah sempat menutupi badan jalan, namun kendaraan dan masyarakat masih bisa melintas dengan hati-hati,” ujarnya.
Hasanuddin menjelaskan, BPBD bersama ketua RT dan warga setempat langsung melakukan pemantauan lokasi terdampak, pendataan dampak bencana, serta pembersihan lumpur dan sampah yang terbawa banjir ke rumah warga dan masjid.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan di wilayah Nunukan masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Kami mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor, terutama yang tinggal di bantaran sungai maupun daerah perbukitan. Selain itu, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap kemunculan satwa liar seperti buaya di kawasan yang tergenang banjir,” jelas Hasanuddin.
BPBD Nunukan meminta masyarakat segera melaporkan setiap potensi ancaman bencana maupun kejadian darurat melalui Call Center BPBD atau layanan darurat 112 agar dapat ditangani dengan cepat.
“Hingga saat ini situasi sudah terkendali dan tidak ada korban jiwa. Namun kami tetap melakukan pemantauan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







