benuanta.co.id, NUNUKAN – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan asal Pulau Sebatik yang dilaporkan hilang saat melaut berakhir dengan kabar duka. Asis (62), warga Jalan Bhayangkara RT 009, Desa Sungai Nyamuk, Kecamatan Sebatik Timur, ditemukan meninggal dunia di atas perahunya di perairan perbatasan Indonesia–Malaysia, Selasa (15/7/2026).
Komandan Pos TNI AL (Posal) Sei Pancang, Kapten Laut (S) Sugeng Tri Mulyanto, menjelaskan informasi mengenai hilangnya kontak dengan korban diterima sekitar pukul 12.00 Wita dari Ketua Himpunan Nelayan Sebatik, Tamrin.
“Setelah menerima laporan tersebut, Posal Sei Pancang segera berkoordinasi dengan Posal Sei Nyamuk dan menyampaikan informasi kepada KRI Terapang yang tengah berada di sekitar perairan Sebatik untuk membantu melakukan pemantauan di lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan korban,” terang Sugeng.
Namun, proses pencarian sempat mengalami kendala akibat kondisi air laut yang surut. Situasi tersebut menyebabkan perahu dan speedboat tim gabungan tidak dapat bergerak karena kandas. Operasi pencarian akhirnya dapat dimulai sekitar pukul 16.30 Wita setelah air laut kembali pasang. Tim gabungan yang terdiri dari personel Posal Sei Pancang, Satgas Kopaska, Polairud, serta masyarakat nelayan kemudian melakukan penyisiran di kawasan perairan Sebatik.
Sekitar pukul 16.55 Wita, tim menemukan sebuah perahu yang ciri-cirinya sesuai dengan laporan di koordinat 04°10’38” LU dan 117°55’56” BT, tepat di wilayah perairan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Saat dilakukan pemeriksaan, korban ditemukan seorang diri di atas perahu dalam keadaan tidak bergerak dan diduga telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi bersama perahunya menuju rumah duka di Desa Sungai Nyamuk. Korban diketahui melaut menggunakan KM SKPT Sebatik, sebuah perahu berwarna biru dengan lis putih berukuran 2 GT yang dilengkapi mesin berkekuatan 15 PK.
Kapten Laut Sugeng Tri Mulyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian, mulai dari Satgas Kopaska, Polairud, hingga masyarakat nelayan yang turut membantu proses pencarian dan evakuasi.
“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban. Sinergi seluruh unsur di lapangan sangat membantu sehingga korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.
Operasi pencarian dan evakuasi berlangsung dengan aman dan lancar. Sementara itu, penyebab pasti meninggalnya korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







