Inflasi Kabupaten Nunukan Juni 2026 Capai 2,08 Persen, Kelompok Makanan Jadi Penyumbang Terbesar

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) pada Juni 2026 sebesar 2,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,51.

Selain itu, secara bulanan atau month-to-month (m-to-m), Kabupaten Nunukan mengalami inflasi sebesar 0,37 persen. Sementara inflasi year-to-date (y-to-d) atau tahun kalender hingga Juni 2026 tercatat sebesar 1,98 persen.

Kepala BPS Kabupaten Nunukan, Iskandar, mengatakan inflasi tahunan pada Juni 2026 dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.

“Pada Juni 2026 terjadi inflasi year-on-year sebesar 2,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen mencapai 111,51. Inflasi ini didorong oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi,” sebut Iskandar.

Baca Juga :  Laka Maut Avanza vs Motor di Sebatik Tengah, Pengendara 68 Tahun Meninggal Dunia

Dijelaskannya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil sebesar 0,66 persen terhadap inflasi tahunan. Disusul kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,45 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,42 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,31 persen.

Sementara itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyumbang 0,09 persen, transportasi 0,08 persen, informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,04 persen, pakaian dan alas kaki 0,02 persen, serta kesehatan 0,01 persen.

Adapun kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya serta kelompok pendidikan tercatat tidak memberikan andil terhadap inflasi pada Juni 2026. Iskandar menambahkan, secara bulanan Kabupaten Nunukan mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, sedangkan inflasi tahun kalender hingga Juni 2026 mencapai 1,98 persen.

Baca Juga :  Kemenag dan DPRD Nunukan Cari Solusi Turunnya Pendaftar Madrasah dan Ponpes

“Secara month-to-month, Kabupaten Nunukan mengalami inflasi sebesar 0,37 persen. Adapun inflasi year-to-date hingga Juni 2026 tercatat sebesar 1,98 persen,” terangnya.

Selama satu tahun terakhir, inflasi tahunan di Kabupaten Nunukan menunjukkan tren yang fluktuatif. Pada Juni 2025 inflasi tercatat sebesar 1,70 persen, kemudian meningkat menjadi 2,23 persen pada Juli, turun menjadi 1,76 persen pada Agustus, kembali naik menjadi 2,07 persen pada September, lalu melandai menjadi 1,84 persen pada Oktober dan 1,68 persen pada November.

Baca Juga :  Realisasi PKB Baru Capai 30 Persen dari Target, Samsat Tarakan Gencarkan Door to Door hingga Layanan Akhir Pekan

Memasuki Desember 2025, inflasi kembali meningkat menjadi 1,94 persen. Pada Januari 2026 berada di level 1,87 persen, kemudian melonjak menjadi 3,67 persen pada Februari dan mencapai puncaknya sebesar 4,22 persen pada Maret. Setelah itu, inflasi turun menjadi 1,96 persen pada April, naik menjadi 2,05 persen pada Mei, dan kembali meningkat tipis menjadi 2,08 persen pada Juni 2026.

Di tingkat Provinsi Kalimantan Utara, inflasi year-on-year tertinggi pada Juni 2026 terjadi di Tanjung Selor sebesar 4,60 persen, disusul Kota Tarakan sebesar 3,62 persen.

“Kabupaten Nunukan mencatat inflasi sebesar 2,08 persen, atau masih lebih rendah dibandingkan kedua daerah tersebut,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Endah Agustina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *