Perangi Narkoba di Perbatasan, Kepala BNNP Kaltara Tinjau Titik Rawan di Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Upaya memerangi peredaran narkotika di wilayah perbatasan terus diperkuat. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara turun langsung meninjau sejumlah titik rawan di Kabupaten Nunukan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya.

Peninjauan dilakukan di dua lokasi yang telah dipetakan sebagai kawasan rawan peredaran gelap narkotika, yakni Jalan Tanjung di Kelurahan Nunukan Barat dan kawasan Strat Buntu di Kelurahan Nunukan Utara.

Kepala BNN Kabupaten Nunukan Anton Suriyadi Siagian menjelaskan, di kawasan Jalan Tanjung upaya pencegahan telah berjalan melalui pembentukan Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Selain itu, pendekatan rehabilitasi juga diperkuat melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dengan melibatkan agen-agen pemulihan.

“Melalui agen pemulihan ini, masyarakat dilibatkan langsung untuk menjangkau para pecandu dan penyalahguna narkotika, sekaligus memberikan edukasi pemulihan,” ujar Anton pada Selasa, (21/04/26).

Dalam arahannya, Kepala BNNP Kalimantan Utara Kombes Pol Abdul Hasyim, S.H., M.Si. menegaskan bahwa wilayah tersebut menjadi perhatian khusus karena posisinya yang strategis sekaligus rentan terhadap peredaran narkoba. Ia menilai peran agen rehabilitasi di lapangan sangat penting dalam menekan angka penyalahgunaan.

“IBM menjadi ujung tombak dalam memutus mata rantai narkoba, karena pendekatannya berbasis masyarakat dan menyentuh langsung para pengguna,” tegasnya.

Kunjungan kemudian berlanjut ke kawasan Strat Buntu yang beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik. Sebuah rekaman CCTV warga yang viral di media sosial memperlihatkan dugaan transaksi narkoba di area permukiman tersebut.

Kehadiran Kepala BNNP Kaltara di lokasi ini menjadi bukti respons cepat aparat terhadap laporan masyarakat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus memperkuat langkah penanganan.

Beberapa langkah yang menjadi fokus dalam kunjungan tersebut antara lain memetakan tingkat kerawanan wilayah secara langsung, meningkatkan kewaspadaan masyarakat pasca kejadian, serta memberikan dukungan moral bagi warga yang berani melapor.

“Tidak ada ruang bagi peredaran narkoba, bahkan di gang sempit sekalipun. Kehadiran kami di sini untuk memastikan itu,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen BNNP Kalimantan Utara dalam memberantas narkoba tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat pendekatan pencegahan dan rehabilitasi.

Dengan menggabungkan strategi pre-emtif di Jalan Tanjung dan langkah responsif di Strat Buntu, diharapkan ruang gerak sindikat narkoba, baik lokal maupun internasional, dapat semakin dipersempit.

Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Kabupaten Nunukan dinilai memiliki kerentanan tinggi terhadap peredaran narkotika. Karena itu, sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga wilayah perbatasan tetap bersih dari narkoba. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *