FIFA Longgarkan Aturan Larangan Botol Minum di Piala Dunia 2026

Jakarta – FIFA akhirnya melonggarkan aturan terkait larangan membawa botol minum ke dalam stadion selama Piala Dunia 2026 setelah mendapat kritik dari berbagai pihak.

Melalui media sosial resmi pada Jumat, badan sepak bola dunia itu menyebut seluruh penonton diizinkan membawa satu botol air minum berbahan plastik lunak yang masih tersegel pabrik saat memasuki stadion di Amerika Serikat dan Kanada.

“Semua penggemar boleh membawa satu botol air minum sekali pakai berbahan plastik lunak berukuran 20 ons (590 ml) yang masih tersegel pabrik ke dalam pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat dan Kanada,” demikian pernyataan FIFA.

Meski demikian, FIFA tetap mempertahankan larangan terhadap botol minum isi ulang berbahan keras. Organisasi tersebut beralasan keputusan itu diambil demi menjaga keamanan di dalam stadion.

Baca Juga :  Indonesia Sudahi Penantian 38 Tahun usai Kalahkan Oman

FIFA khawatir botol berbahan keras berpotensi digunakan sebagai benda yang dilempar ke arah pemain, suporter lawan, maupun petugas keamanan.

Karena itu, aturan mengenai botol isi ulang tidak mengalami perubahan meskipun kebijakan terkait botol plastik sekali pakai telah dilonggarkan.

Keputusan FIFA sebelumnya sempat memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, termasuk pejabat publik di kota-kota tuan rumah.

Baca Juga :  Vietnam dan Indonesia Pimpin Klasemen Sementara Grup A Piala AFF U19

Banyak pihak menilai larangan membawa botol minum dapat membahayakan kesehatan penonton, terutama karena turnamen akan berlangsung pada musim panas dengan suhu yang tinggi.

Selain alasan kesehatan, FIFA juga mendapat tudingan bahwa larangan tersebut berpotensi menguntungkan penjualan minuman di dalam stadion. Seperti diketahui, air mineral, minuman ringan, dan jus yang dijual selama Piala Dunia dipasok secara eksklusif oleh salah satu sponsor utama FIFA, Coca-Cola.

Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memang dibayangi tantangan cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Profil grup C, Brasil Favorit dan Maroko jadi Penantang

Selain suhu yang diperkirakan dapat melampaui 32 derajat Celsius di sejumlah kota tuan rumah, turnamen juga berpotensi terganggu oleh hujan badai dan petir.

Dalam kondisi tersebut, ketersediaan air minum yang memadai dinilai menjadi kebutuhan penting, tidak hanya bagi para pemain yang bertanding, tetapi juga jutaan suporter yang akan memadati stadion selama berlangsungnya turnamen.

Dengan pelonggaran aturan ini, FIFA berharap dapat meredam kekhawatiran publik sekaligus tetap menjaga aspek keamanan di dalam arena pertandingan.

Sumber : antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *