benuanta.co.id, NUNUKAN – Kecelakaan lalu lintas tunggal kembali terjadi di ruas Jalan Poros Trans Kalimantan Utara yang menghubungkan Kabupaten Nunukan dan Malinau.
Sebuah truk Mitsubishi Canter mengalami kecelakaan di tikungan sebelum Jembatan Mambulu, Kecamatan Sembakung Atulai, Rabu (3/6/2026) malam, mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.05 Wita di Jalan Poros Trans Kaltara, Desa Mambulu. Kendaraan yang terlibat merupakan truk Mitsubishi Canter berwarna kuning bernomor polisi KU 8891 N milik CV Berkat Agro Tani.
Kasi Humas Polres Nunukan, IPDA Sunarwan, mengatakan kecelakaan diduga terjadi setelah sopir kehilangan kendali saat melintasi tikungan di lokasi kejadian.
“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan yang diperoleh, kendaraan bergerak dari arah Sebuku menuju Malinau. Saat melintasi tikungan sebelum Jembatan Mambulu, truk diduga kehilangan kendali, kemudian menabrak pembatas jalan dan terpental hingga menghantam tiang listrik,” kata Sunarwan.
Akibat benturan keras tersebut, sopir truk, Ibrahim Muhammad Sadaq (31), meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban diketahui merupakan warga Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, yang bekerja sebagai sopir di perusahaan perkebunan sawit.
Korban meninggal lainnya adalah Yunus Lopo (38), seorang karyawan CV Sawit Mandiri yang saat kejadian berada di bak truk. Ia sempat dilarikan menuju Puskesmas Atulai, namun meninggal dunia dalam perjalanan.
Sementara itu, dua penumpang lainnya, yakni Aldin Bani (24) dan Nahum Lopo (23), mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD Kabupaten Malinau untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Sunarwan menjelaskan, kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan cerah berawan dan permukaan jalan dalam kondisi baik. Namun lokasi kecelakaan berada di jalur yang memiliki tikungan tajam.
“Jalan Trans Kaltara ini memang merupakan jalur penghubung antar kabupaten yang memiliki banyak tikungan dan tanjakan. Pengguna jalan, terutama kendaraan angkutan barang, diimbau selalu berhati-hati dan menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan,” ujarnya.
Menurutnya, dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah faktor kelalaian atau kurangnya kehati-hatian pengemudi sehingga kendaraan tidak dapat dikendalikan saat memasuki tikungan.
“Saat ini, kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut,” jelasnya.
Kecelakaan ini menambah daftar insiden lalu lintas yang terjadi di ruas Jalan Poros Trans Kaltara. Jalur yang menjadi akses utama penghubung Kabupaten Nunukan dan Malinau tersebut kerap menjadi lokasi kecelakaan akibat medan jalan yang berkelok dan memiliki sejumlah tikungan tajam. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Ramli







