Kaleidoskop 2023! BNNP Kaltara Musnahkan 46 Kg Sabu, Turunkan Prevalensi 0,22 Persen

benuanta.co.id, TARAKAN – Sepanjang 2023, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengungkap 46,7 kilogram sabu yang beredar ataupun transit di wilayah Kaltara. Terdapat 37 tersangka yang diamankan.

Kepala BNNP Kaltara, Brigjend Pol Rudi Hartono menguraikan dari 37 tersangka, 23 merupakan warga Tarakan, 12 orang luar Tarakan dan Warga Negara Asing sebanyak 2 orang.

“Diluar orang Tarakan itu salah satunya ada pekerja migran. Itu yang tidak tertib di negara sebelah yang sulit kita deteksi, mereka itu bekerja di wilayah Malaysia. Karena tidak ada datanya jadi sulit kita profiling,” urainya, Kamis (28/12/2023).

Selain barang bukti sabu dan tersangka, tercatat barang bukti lainnya yang turut disita, diantaranya uang senilai Rp 6 juta, 7 unit speedboat, 4 unit perahu dan 43 unit handphone. Sementara, kasus yang sudah dilimpahkan untuk disidangkan sebanyak 25 kasus.

Pada tahun ini, BNNP Kaltara juga berhasil menurunkan angka prevalensi narkotika setelah 5 tahun angkanya tak kunjung menurun. Survei ini dilakukan oleh BNN dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebesar 0,22 persen. Presentase tersebut menunjukan masih terdapat masyarakat yang terdampak sebanyak 12.710 orang dibandingkan tahun 2022 sebanyak 14.327.

“5 tahun berturut-turut sulit menurunkan prevalensi. Meski turunnya tidak signifikan tapi ini adalah hal yang menggembirakan,” sambungnya.

Menurutnya, kenaikan suatu kasus narkotika terjadi ketika permintaan sabu itu naik. Disinyalir tahun 2023 ini permintaan menurun sehingga pengiriman narkotika turut menurun. Artinya, program penyadaran dan pencegahan dari pihaknya ke masyarakat berhasil.

Disinggung menyoal evaluasi pengungkapan kasus seperti di darat dan perairan pihaknya menyebut modus yang digunakan cenderung menggunakan pola-pola yang mengelabuhi petugas. Misalnya sabu-sabu yang dicampur dengan tawas, hingga modus penjualan sabu menggunakan motor pada malam hari.

“Seperti yang ditangkap Satgas Pamtas itu juga, yang ditangkap malah kabur, kemudian ditangkap barang buktinya memancing. Barang buktinya banyak tapi isinya tawas, dari 500 gram hanya 2 gram yang asli,” beber jenderal bintang satu ini.

Berdasarkan pengungkapan yang sudah dilakukan, sabu mendominasi berasal dari Malaysia, pun dengan pengendalinya. Sehingga pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dengan mendata sebanyak 392 orang warga Indonesia yang tak memiliki identitas. Jika tak diatasi hal ini akan membuat koordinasi kasus narkotika menjadi sulit dilakukan.

“Gubernur Kaltara juga sudah bekerjasama dengan kementerian di Malaysia. Terlebih jika masyarakat bekerja di sana tanpa KTP. Kasus sabu di perbatasan yang tidak pernah selesai, yang tidak ada identitas jadi pekerja ilegal. Banyak pekerja kita di Malaysia jadi jaringan internasional (sabu),” pungkasnya.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *