Berdasarkan laman FIFA, Kamis, Brasil datang dengan status sebagai favorit, bukan hanya untuk menjuarai grup, tetapi juga menjadi salah satu kandidat kuat juara dunia. Sementara itu, Maroko diperkirakan menjadi penantang utama yang siap memberikan perlawanan sengit di fase grup.
Selain kedua tim tersebut, Skotlandia dan Haiti juga berpotensi menghadirkan kejutan sekaligus memburu peluang mencatatkan sejarah mereka masing-masing.
Brasil memiliki modal besar sebagai juara dunia lima kali. Namun, Maroko yang mencetak sejarah dengan mencapai semifinal Piala Dunia 2022 diyakini mampu menjadi pesaing utama Selecao dalam perebutan posisi teratas grup.
Di sisi lain, Skotlandia kembali tampil di panggung Piala Dunia setelah absen hampir tiga dekade. Sementara Haiti berupaya mengulang pencapaian bersejarah dengan kembali tampil di putaran final turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Keempat negara juga mencerminkan keberagaman geografis peserta turnamen. Brasil mewakili Amerika Selatan, Maroko menjadi wakil Afrika, Skotlandia membawa nama Eropa, sedangkan Haiti berasal dari kawasan CONCACAF yang mencakup Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia.
Seluruh pertandingan Grup C akan berlangsung pada 14-25 Juni di sejumlah kota di Amerika Serikat.
Ambisi Brasil raih gelar keenam
Brasil memastikan tempat di Piala Dunia 2026 melalui jalur kualifikasi zona CONMEBOL. Tim Samba mampu menjaga konsistensi sepanjang kualifikasi dan mengamankan posisi di papan atas klasemen, sekaligus kembali menegaskan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Brasil masih menjadi negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia dengan koleksi lima gelar, yang diraih pada edisi 1958 di Swedia, 1962 di Chile, 1970 di Meksiko, 1994 di Amerika Serikat, dan 2002 di Korea Selatan-Jepang.
Meski belum kembali mengangkat trofi sejak 2002, Brasil tetap menjadi kekuatan yang disegani. Pencapaian terbaik mereka dalam periode tersebut adalah menembus babak semifinal pada Piala Dunia 2014.
Memasuki edisi 2026, Brasil datang dengan perpaduan pemain berpengalaman dan generasi baru di bawah arahan pelatih Carlo Ancelotti.
Neymar Jr diperkirakan kembali menjadi figur sentral dalam permainan Tim Samba. Pengalamannya akan melengkapi kualitas para bintang muda seperti Vinicius Junior, penyerang andalan Real Madrid, serta Raphinha yang menjadi salah satu pilar utama Barcelona.
Di lini belakang, Brasil masih mengandalkan ketangguhan Alisson Becker. Kiper Liverpool itu akan menjadi benteng terakhir pertahanan Tim Samba, dengan dukungan bek sekaligus kapten Paris Saint-Germain (PSG), Marquinhos, yang baru saja mengantarkan klubnya menjuarai Liga Champions musim 2025/2026.
Dengan kedalaman skuad dan tradisi panjang di panggung dunia, Brasil datang ke Piala Dunia 2026 dengan satu misi utama: merebut gelar keenam dan kembali menegaskan diri sebagai raja sepak bola dunia.
Skuad Brasil
Pelatih: Carlo Ancelotti.
Kiper: Alisson Becker, Ederson, Weverton.
Bek: Wesley, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Alex Sandro, Danilo, Bremer, Leo Pereira, Douglas Santos, Roger Ibanez.
Gelandang: Casemiro, Bruno Guimaraes, Fabinho, Danilo Santos, Lucas Paqueta.
Pemain depan: Vinicius Junior, Matheus Cunha, Neymar Jr, Raphinha, Endrick, Luiz Henrique, Gabriel Martinelli, Igor Thiago, Rayan.
Pembuktian diri oleh Maroko
Maroko lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menjadi juara grup pada Kualifikasi Zona Afrika (CAF). Keberhasilan tersebut melanjutkan konsistensi Atlas Lions sebagai salah satu kekuatan yang terus berkembang di sepak bola Afrika.
Prestasi terbesar Maroko tercipta pada Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal. Selain itu, Atlas Lions juga merupakan salah satu tim unggulan di Kawasan Afrika dengan sejumlah penampilan impresif pada Piala Afrika.
Berdasarkan data FIFA, tim asuhan Mohamed Ouahbi masih mengandalkan sejumlah pemain yang menjadi bagian penting dari perjalanan bersejarah di Qatar. Nama-nama seperti Achraf Hakimi, Brahim Diaz, dan Sofyan Amrabat tetap menjadi tulang punggung skuad.
Achraf Hakimi diproyeksikan memimpin tim dengan pengalaman dan kualitasnya di level tertinggi. Bek sayap yang dikenal agresif dalam membantu serangan itu akan menjadi motor permainan Maroko, didukung kreativitas Brahim Diaz serta kerja keras dan keseimbangan yang diberikan Sofyan Amrabat di lini tengah.
Dengan fondasi tim yang tetap terjaga dan pengalaman berharga dari Piala Dunia sebelumnya, Maroko datang ke edisi 2026 dengan ambisi besar. Atlas Lions tidak hanya ingin mengulang sejarah seperti di Qatar, tetapi juga bertekad melangkah lebih jauh dan menembus partai puncak dalam format baru Piala Dunia yang melibatkan 48 peserta.
Skuad Maroko
Pelatih: Mohamed Ouahbi
Kiper: Yassine Bounou, Munir El Kajoui, Ahmed Reda Tagnaouti.
Bek: Achraf Hakimi, Noussair Mazraoui, Nayef Aguerd, Zakaria El Ouahdi, Issa Diop, Chadi Riad, Youssef Belammari, Redouane Halhal, Anass Salah Eddine.
Gelandang: Sofyan Amrabat, Ayyoub Bouaddi, Chemsdine Talbi, Azzedine Ounahi, Ismael Saibari, Samir El Mourabet, Gessime Yassine, Bilal El Khannouss, Neil El Aynaoui.
Pemain depan: Soufiane Rahimi, Brahim Diaz, Abde Ezzalzouli, Ayoub El Kaabi, Ayoub Amaimouni.
Skotlandia kembali setelah 28 tahun
Skotlandia memastikan tiket langsung ke Piala Dunia 2026 setelah menjuarai Grup C kualifikasi Zona UEFA. Keberhasilan tersebut mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali tampil di panggung sepak bola terbesar dunia sejak terakhir kali berlaga pada Piala Dunia 1998 di Prancis.
Dalam sejarah Piala Dunia, Skotlandia pernah menjadi peserta yang cukup rutin tampil, terutama pada era 1970-an hingga 1990-an. Mereka berhasil lolos ke enam edisi secara beruntun dalam periode tersebut dan menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di kawasan Britania Raya.
Namun, setelah penampilan di Prancis pada 1998, Skotlandia memasuki masa paceklik yang panjang. Selama hampir tiga dekade, mereka gagal menembus putaran final Piala Dunia meski beberapa kali menunjukkan perkembangan yang menjanjikan.
Penantian itu akhirnya berakhir pada 18 November 2025. Saat itu, Skotlandia memastikan kelolosan dengan kemenangan meyakinkan 4-2 atas Denmark, hasil yang sekaligus mengantar mereka kembali ke panggung tertinggi sepak bola dunia setelah 28 tahun absen.
Di bawah juru taktik Steve Clarke, Skotlandia kini datang dengan generasi pemain yang dinilai lebih matang dan kompetitif dibanding beberapa era sebelumnya. Perkembangan para pemain yang tampil di liga-liga top Eropa memberikan harapan baru bagi The Tartan Army untuk berbicara lebih banyak di turnamen nanti.
Kapten Andy Robertson tetap menjadi sosok sentral di dalam tim. Bek Liverpool tersebut akan memimpin skuad yang juga diperkuat gelandang Scott McTominay, Ryan Christie, dan John McGinn, serta penyerang Che Adams yang diharapkan menjadi tumpuan dalam membongkar pertahanan lawan.
Dengan kombinasi pengalaman dan semangat untuk mengakhiri penantian panjang, Skotlandia datang ke Piala Dunia 2026 tidak sekadar sebagai pelengkap. Mereka ingin membuktikan bahwa kembalinya ke putaran final adalah awal dari kebangkitan baru sepak bola Skotlandia.
Skuad Skotlandia
Pelatih: Stephen (Steve) Clarke.
Kiper: Angus Gunn, Liam Kelly, Craig Gordon.
Bek: Aaron Hickey, Andy Robertson, Grant Hanley, Kieran Tierney, Jack Hendry, John Souttar, Dominic Hyam, Nathan Patterson, Anthony Ralston, Scott McKenna.
Gelandang: Scott McTominay, John McGinn, Tyler Fletcher, Ryan Christie, Lewis Ferguson, Kenny McLean.
Pemain depan: Lyndon Dykes, Che Adams, Ross Stewart, Ben Gannon-Doak, George Hirst, Lawrence Shankland, Findlay Curtis.
Haiti, kuda hitam pemburu sejarah
Haiti merebut tiket ke Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup C Kualifikasi CONCACAF.
Keberhasilan tersebut membawa Les Grenadiers kembali ke putaran final untuk kedua kalinya dalam sejarah, setelah penampilan perdana mereka pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat.
Prestasi terbaik Haiti sebelumnya adalah lolos ke putaran final 1974, meski belum pernah melewati fase grup.
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan kompetisi domestik dan semakin banyak pemain yang berkarier di luar negeri membantu peningkatan kualitas tim.
Di bawah arahan pelatih Sebastien Migne, Haiti mengandalkan kapten sekaligus mesin gol utama Duckens Nazon. Ia akan mendapat dukungan dari Frantzdy Pierrot serta sejumlah pemain diaspora yang berkiprah di berbagai liga Eropa dan Amerika Utara.
Perjalanan Haiti menuju Piala Dunia 2026 juga menunjukkan ketangguhan mereka. Les Grenadiers berhasil melewati dua putaran kualifikasi Zona CONCACAF yang tidak mudah.
Pada ronde kedua, mereka finis sebagai runner-up di grup C di belakang Curacao. Dengan tiga kemenangan dan hanya satu kekalahan dalam empat pertandingan, satu-satunya kekalahan Haiti terjadi dalam kekalahan telak 5-1 dari Blue Wave, yang juga akan menuju Amerika Utara.
Pada putaran kedua, Haiti finis sebagai runner-up Grup C di belakang Curacao. Mereka membukukan tiga kemenangan dan hanya sekali kalah dari empat pertandingan yang dijalani. Satu-satunya kekalahan terjadi saat takluk 1-5 dari Curacao, yang juga berhasil mengamankan tiket ke putaran berikutnya.
Haiti kemudian tampil lebih meyakinkan pada putaran ketiga. Tergabung dalam grup yang dihuni tim-tim berpengalaman seperti Kosta Rika dan Honduras, serta Nikaragua, mereka mampu bersaing hingga akhir. Dari seluruh pertandingan, Haiti hanya menelan satu kekalahan, yakni saat tumbang 0-3 dalam laga tandang melawan Honduras.
Rangkaian hasil tersebut mengantarkan Haiti mengumpulkan poin yang cukup untuk mengamankan posisi puncak Grup C sekaligus memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.
Dengan perpaduan pemain muda dan senior yang berkiprah di berbagai liga internasional, Haiti berpotensi menjadi kuda hitam di Grup C.
Kehadiran mereka mungkin tidak banyak diperhitungkan dibanding Brasil, Maroko, atau Skotlandia, tetapi Les Grenadiers memiliki modal untuk menghadirkan kejutan dan memburu sejarah baru di panggung dunia.
Skuad Haiti
Pelatih: Sebastien Migne
Kiper: Johny Placide, Alexandre Pierre, Josue Duverger.
Bek: Carlens Arcus, Keeto Thermoncy, Ricardo Ade, Hannes Delcroix, Martin Experience, Markhus Lacroix, Jean-Kevin Duverne, Wilguens Paugain.
Gelandang: Carl Sainte, Jean-Ricner Bellegarde, Leverton Pierre, Danley Jean Jacques, Dominic Simon, Woodensky Pierre.
Pemain depan: Derrick Etienne, Duckens Nazon, Louicius Deedson, Ruben Providence, Lenny Joseph, Wilson Isidor, Yassin Fortune, Frantzdy Pierrot, Josue Casimir.
Jadwal pertandingan grup C:
– Minggu, 14 Juni, 05.00 WIB, Brasil vs Maroko dan 08.00 WIB, Haiti vs Skotlandia.
– Sabtu, 20 Juni, 05.00 WIB, Skotlandia vs Maroko dan 07.30 WIB, Brasil vs Haiti.
– Kamis, 25 Juni, 05.00 WIB, Skotlandia vs Brasil dan Maroko vs Haiti.
Sumber : Antara






