Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan pada Mayat Pria di Kontrakan Karang Anyar

benuanta.co.id, TARAKAN – Kematian pria berinisial B yang ditemukan di rumah kontrakan RT 15, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat, Senin (20/4/2026) malam lalu, dipastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan visum dokter RSUD Tarakan usai jenazah dievakuasi dari lokasi kejadian.

Kapolsek Tarakan Barat, IPTU Muhammadong, mengungkapkan laporan penemuan mayat diterima sekitar pukul 18.30 WITA. Informasi awal berasal dari warga yang curiga karena mencium bau menyengat dari rumah korban.

“Pada hari Senin tanggal 20 April 2026 jam 18.30 WITA dilaporkan adanya penemuan mayat di rumah kontrakan Pak Samsudin RT 15 Kelurahan Karang Anyar,” ungkapnya, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, seorang warga bernama Nuri pertama kali mencurigai kondisi rumah korban setelah mencium bau tak sedap dari rumah sebelah. Selain itu, dari jendela rumah terlihat banyak lalat keluar masuk.

“Saudara Nuri mencium bau menyengat dari rumah sebelah dan dilihat ada banyak lalat dari jendela rumah korban,” jelasnya.

Setelah itu, temuan tersebut disampaikan kepada pemilik kontrakan, Samsudin, serta Ketua RT setempat. Keduanya kemudian meneruskan laporan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Karang Anyar untuk dilakukan pengecekan.

“Lalu saudara Nuri melaporkan kepada pemilik kontrakan Pak Samsudin dan Pak Ketua RT 15, kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas,” ujarnya.

Saat dilakukan pemeriksaan dari luar rumah melalui jendela, petugas mendapati seorang laki-laki sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam kamar. Korban kemudian diketahui bernama Basri.

“Melihat melalui jendela, benar ada seorang laki-laki yang sudah tidak bernyawa di dalam kamar atas nama Basri,” bebernya.

Karena pintu rumah terkunci, petugas bersama pemilik kontrakan akhirnya membuka akses melalui pintu belakang untuk selanjutnya membuka pintu depan. Langkah itu dilakukan agar proses evakuasi dapat segera dilaksanakan.

“Kemudian bersama pemilik kontrakan mendobrak pintu melalui pintu belakang untuk membuka pintu depan,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, jajaran kepolisian langsung melakukan serangkaian tindakan di lokasi kejadian. Mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara, berkoordinasi dengan piket Polres Tarakan, mencari saksi-saksi, hingga menunggu tim identifikasi.

“Kegiatan yang dilakukan antara lain mendatangi TKP, melaporkan kepada piket Polres, mencari saksi-saksi, dan menunggu piket identifikasi Polres Tarakan,” katanya.

Sejumlah personel dan unsur terkait juga hadir dalam penanganan kejadian tersebut. Di antaranya Kapolsek Tarakan Barat, Kasat Intel Polres Tarakan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Karang Anyar, personel piket Polres Tarakan, personel Polsek Tarakan Barat, Ketua RT 15, serta pemilik kontrakan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal medis, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Temuan itu menguatkan dugaan bahwa korban meninggal karena kondisi kesehatan.

“Tanda-tanda kekerasan menurut pemeriksaan visum dokter RSUD tidak ada, betul karena sakit dan dikuatkan keterangan saudara almarhum bahwa yang bersangkutan memang sakit,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *