Ekonom: Keandalan Listrik Penting bagi Pertumbuhan Ekonomi Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Keandalan pasokan listrik menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran aktivitas ekonomi di Kalimantan Utara (Kaltara). Gangguan listrik, baik berupa pemadaman terjadwal maupun pemadaman mendadak, dinilai tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap produktivitas industri, perdagangan, sektor jasa, hingga iklim investasi yang menjadi penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Akademisi sekaligus Ekonom Kalimantan Utara, Dr. Syaiful Anwar, S.E., M.Si., mengungkapkan keberadaan listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas ekonomi. Menurutnya, pengalaman pemadaman listrik yang sempat terjadi di Pulau Jawa menjadi contoh bagaimana terganggunya pasokan listrik dapat menimbulkan efek berantai terhadap berbagai sektor usaha.

“Kalau mati beberapa jam saja akan mengganggu sektor industri. Itu akan memengaruhi aktivitas produksi,” ungkapnya, Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, sektor industri menjadi salah satu yang paling merasakan dampak ketika pasokan listrik terganggu. Terhentinya proses produksi akan berpengaruh terhadap distribusi barang, pelayanan kepada masyarakat, hingga aktivitas perdagangan yang pada akhirnya menimbulkan kerugian ekonomi.

“Pasokan listrik harus stabil karena berhubungan dengan aktivitas produksi, perdagangan, dan layanan masyarakat. Kalau sampai terganggu akan memicu kerugian finansial yang sangat masif dan memperlambat pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Menurut Dr. Syaiful, dampak gangguan listrik tidak hanya dirasakan industri berskala besar. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor jasa, hingga ekonomi digital juga sangat bergantung pada pasokan listrik yang andal. Selain itu, stabilitas kelistrikan turut menjadi salah satu pertimbangan investor sebelum menanamkan modal di suatu daerah.

Baca Juga :  Inflasi Tarakan 3,62 Persen Bulan Juni 2026 Dipicu Kenaikan Harga Pangan

“Gangguan listrik juga berdampak terhadap kelangsungan UMKM, iklim investasi, aktivitas ekonomi digital, dan sektor jasa,” terangnya.

Ia menilai terdapat hubungan yang erat antara konsumsi listrik dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Meningkatnya kebutuhan listrik umumnya mencerminkan tingginya aktivitas produksi, meningkatnya konsumsi masyarakat, serta bertambahnya nilai Produk Domestik Bruto (PDB).

“Peningkatan kebutuhan listrik mencerminkan tingginya aktivitas produksi dan daya beli masyarakat yang menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Dr. Syaiful menilai Kalimantan Utara sebenarnya memiliki potensi besar untuk membangun sistem kelistrikan yang lebih kuat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang dimiliki. Ia menyinggung kembali rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Sungai Mentarang dan Sungai Kayan yang sebelumnya masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Menurutnya, kelanjutan proyek tersebut hingga kini masih menjadi pertanyaan publik.

“Program pembangunan listrik dari Mentarang dan Kayan itu sekarang bagaimana kelanjutannya? Itu menjadi pertanyaan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sejak awal proyek tersebut digadang-gadang akan menjadi salah satu pembangkit listrik terbesar di Kalimantan yang mampu mendukung kebutuhan energi kawasan industri, memasok listrik ke Ibu Kota Nusantara (IKN), bahkan berpotensi menyuplai energi ke negara tetangga. Karena itu, ia berharap ada kepastian mengenai arah pengembangan proyek tersebut.

Baca Juga :  Pemerintah Normalkan Kembali Tarif Pajak Kendaraan di Kaltara

“Dulu direncanakan mampu menyuplai listrik ke IKN bahkan sampai ke Malaysia. Sekarang kelanjutannya seperti apa, itu yang perlu dijelaskan,” tuturnya.

Selain pembangunan pembangkit baru, Dr. Syaiful juga menyoroti pemerataan pasokan listrik di Kalimantan Utara. Menurutnya, Kota Tarakan saat ini memiliki kondisi kelistrikan yang relatif lebih baik dibandingkan beberapa daerah lain. Sementara itu, sejumlah kawasan industri di wilayah lain masih harus membangun sistem kelistrikan secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan operasionalnya.

“Pasokan listrik yang andal jangan hanya dinikmati Tarakan. Daerah lain juga membutuhkan listrik yang memadai untuk menopang sektor industri dan jasa,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tantangan penyediaan energi tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dipengaruhi situasi global. Konflik geopolitik yang berdampak terhadap pasokan energi dunia dapat memengaruhi ketersediaan bahan bakar pembangkit apabila tidak diantisipasi sejak dini. Karena itu, daerah perlu memiliki strategi ketahanan energi yang lebih kuat.

“Kalau kita tidak mengantisipasi kondisi global, itu juga bisa mengganggu sektor industri karena listrik menjadi kebutuhan yang sangat vital,” tegasnya.

Baca Juga :  Realisasi PKB Baru Capai 30 Persen dari Target, Samsat Tarakan Gencarkan Door to Door hingga Layanan Akhir Pekan

Dalam pandangannya, langkah yang perlu dilakukan pemerintah daerah bersama PLN adalah mempercepat investasi di sektor kelistrikan, khususnya melalui pemanfaatan energi yang berasal dari potensi lokal. Menurutnya, Kalimantan Utara memiliki sumber daya air yang sangat besar dan dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dengan biaya produksi yang lebih efisien dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil.

“Kalau bisa manfaatkan sumber daya alam yang kita miliki, seperti potensi sungai untuk pembangkit listrik tenaga air,” imbuhnya.

Dr. Syaiful meyakini keandalan pasokan listrik akan menjadi daya tarik penting bagi investor yang ingin mengembangkan usahanya di Kalimantan Utara. Sebab, keberadaan industri tidak dapat dipisahkan dari jaminan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan.

“Kalau listriknya tersedia dan andal, investasi pasti akan masuk karena industri sangat bergantung pada pasokan listrik,” bebernya.

Untuk jangka pendek, ia berharap PLN terus menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar kebutuhan listrik masyarakat maupun sektor produktif tetap terpenuhi. Menurutnya, listrik saat ini telah menjadi kebutuhan primer sehingga gangguan pasokan harus diminimalkan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

“PLN harus segera mencari alternatif dan solusi agar pasokan listrik tetap terjaga, sehingga sektor industri, perdagangan, dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa terus berjalan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *