benuanta.co.id, TARAKAN – Operasi pencarian terhadap Herman (45), warga Lingkas Ujung yang dilaporkan hilang saat mencari daun nipah di kawasan Hutan Rumah Adat Tidung, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, memasuki hari kedua pada Kamis (4/6/2026). Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian dengan menyisir empat titik yang telah ditetapkan dalam rencana operasi.
Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, S.E., mengatakan pencarian hari kedua difokuskan pada area yang lebih luas dibandingkan hari sebelumnya. Tim SAR Gabungan telah melakukan briefing sejak pagi sebelum bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi sesuai rencana yang telah disusun.
“Hari ini pencarian memasuki hari kedua dan kami melaksanakan pencarian sesuai dengan search area yang telah ditentukan,” ungkapnya, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan briefing dilakukan pada pukul 06.00 WITA sebelum seluruh personel bertolak menuju lokasi kejadian atau last known position (LKP) korban. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama terkait pembagian wilayah pencarian dan metode penyisiran di lapangan.
“Tim bergerak sejak pagi untuk memaksimalkan waktu pencarian di lapangan,” jelasnya.
Menurut Syahril, pada operasi hari kedua tim telah menetapkan empat titik pencarian yang menjadi fokus penyisiran. Titik pertama berada pada koordinat 3°19’47.22”N 117°32’51.63”E, titik kedua di koordinat 3°20’11.39”N 117°33’41.17”E, titik ketiga di koordinat 3°19’43.15”N 117°33’48.80”E, dan titik keempat di koordinat 3°19’17.74”N 117°33’7.04”E.
“Empat titik ini menjadi area prioritas pencarian berdasarkan analisis dan informasi yang telah kami kumpulkan,” paparnya.
Pemetaan sejumlah titik tersebut dilakukan untuk mempersempit kemungkinan keberadaan korban yang hingga kini belum ditemukan. Dengan metode penyisiran yang lebih terarah, tim berharap dapat menjangkau area-area yang sebelumnya belum tercover pada pencarian awal.
“Perluasan area pencarian dilakukan agar setiap potensi lokasi keberadaan korban dapat diperiksa secara maksimal,” tegasnya.
Ia menuturkan status Herman masih dalam pencarian. Korban diketahui hilang sejak Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 15.00 WITA saat mencari daun nipah di kawasan hutan sekitar Rumah Adat Tidung dan hingga kini belum kembali ke rumah.
“Sampai saat ini korban masih dalam pencarian dan operasi SAR terus kami lanjutkan,” tuturnya.
Dalam pelaksanaan operasi hari kedua, unsur yang terlibat masih terdiri dari personel Kantor SAR Tarakan bersama keluarga korban dan masyarakat setempat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus menggali informasi tambahan yang dapat membantu menemukan korban.
“Sinergi antara petugas, keluarga, dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan operasi pencarian ini,” ujarnya.
Untuk menunjang operasi, Tim SAR Gabungan tetap menggunakan sejumlah peralatan utama berupa tiga unit motor trail, satu set perlengkapan medis, tiga unit alat komunikasi, serta satu unit drone untuk membantu pemantauan dari udara. Pemanfaatan drone diharapkan dapat membantu mengidentifikasi area-area yang sulit dijangkau personel di lapangan.
“Seluruh peralatan yang kami miliki terus dioptimalkan untuk mendukung proses pencarian,” bebernya.
Hingga laporan rencana operasi hari kedua disusun, kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan dan tidak terdapat faktor penghambat yang signifikan. Kondisi tersebut memungkinkan proses pencarian berlangsung sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh Tim SAR Gabungan.
“Cuaca cukup mendukung dan sejauh ini tidak ada kendala berarti yang menghambat jalannya operasi pencarian,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







