benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara (Kaltara) memastikan pembinaan atlet pelajar tetap menjadi prioritas meskipun Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun 2026 batal dilaksanakan. Pembatalan tersebut merupakan dampak dari keputusan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang meniadakan Pra Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Pra Popnas) akibat efisiensi anggaran.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Kaltara, Muhammad Husni, mengatakan POPDA sejatinya merupakan bagian dari rangkaian seleksi menuju Pra Popnas dan Popnas. Karena tahapan nasional dibatalkan, maka pelaksanaan POPDA di daerah juga tidak dilanjutkan.
“Popda itu kelanjutannya ke Pra Popnas dan Popnas. Karena Pra Popnas dibatalkan oleh Kemenpora, maka kami juga membatalkan pelaksanaan Popda yang sebelumnya sudah direncanakan,” katanya Rabu (3/6/2026).
Meski demikian, Husni menegaskan pembatalan POPDA tidak akan menghentikan upaya pembinaan atlet pelajar di Kaltara. Menurutnya, Dispora tetap berkomitmen menyediakan ruang kompetisi dan program pembinaan bagi generasi muda.
“Ini sebenarnya tidak terlalu mengganggu pembinaan atlet pelajar. Karena pembinaan tetap berjalan melalui cabang olahraga, sekolah, kabupaten kota, maupun program yang dilaksanakan Dispora,” ujarnya.
Sepanjang tahun 2026, Dispora Kaltara tetap menggelar sejumlah kegiatan olahraga pelajar sebagai bagian dari pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial. Beberapa di antaranya adalah kejuaraan pencak silat antar pelajar dan berbagai event olahraga kelompok umur.
“Kami tetap melaksanakan kegiatan pembinaan. Contohnya kejuaraan pencak silat antar pelajar, bulu tangkis dan kegiatan olahraga pelajar lainnya. Artinya, Dispora tetap hadir untuk mendukung peningkatan prestasi atlet pelajar,” jelas Husni.
Ia menambahkan, pembinaan atlet merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, KONI, cabang olahraga, sekolah dan pemerintah kabupaten/kota. Karena itu, regenerasi atlet di Kaltara diharapkan tetap berjalan meski salah satu agenda kompetisi dibatalkan.
“Yang penting program pembinaan tetap jalan. Atlet pelajar masih memiliki kesempatan mengikuti berbagai event lain seperti O2SN dan kejuaraan-kejuaraan pelajar lainnya. Jadi ruang untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi tetap terbuka,” pungkasnya.
Dengan berbagai program yang tetap berjalan, Dispora Kaltara berharap pembatalan POPDA tidak mengurangi semangat atlet pelajar untuk terus berlatih dan berprestasi, sekaligus menjaga keberlanjutan regenerasi atlet di Kaltara. (adv)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







