benuanta.co.id, TARAKAN – Pelaksanaan Piala Gubernur Futsal Pelajar Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 di Kabupaten Nunukan diproyeksikan tidak hanya menjadi ajang pembinaan atlet muda, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat dan daerah tuan rumah. Kehadiran puluhan tim dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Utara diperkirakan akan menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, kuliner hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama turnamen berlangsung.
Ketua Panitia Piala Gubernur Futsal Kaltara 2026, Riski Sovayunanto, mengatakan penyelenggaraan turnamen merupakan bagian dari arahan Gubernur Kalimantan Utara agar setiap event olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Sesuai arahan Pak Gubernur, harapannya event ini bisa berdampak di daerah sekitar, mulai dari ekonomi termasuk UMKM,” ungkapnya, Selasa (30/6/2026).
Menurut Riski, panitia telah membuka kesempatan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Nunukan untuk berjualan selama pelaksanaan turnamen. Namun, jumlah tenan yang disediakan tetap disesuaikan dengan kapasitas lokasi pertandingan sehingga tidak seluruh pendaftar dapat difasilitasi.
“Kita buka teman-teman UMKM yang ada di Nunukan untuk mendaftar. Tapi memang tidak bisa kita penuhi semuanya karena tempatnya terbatas. Jadi silakan berkoordinasi dengan panitia lokal di Nunukan,” katanya.
Ia menjelaskan, besarnya dampak ekonomi tidak terlepas dari jumlah peserta yang akan datang ke Kabupaten Nunukan. Hingga saat ini, sebanyak 40 tim dipastikan mengikuti turnamen dengan mayoritas berasal dari luar daerah sehingga akan membawa atlet dan ofisial dalam jumlah yang cukup besar.
“Ada 40 tim yang ikut. Sebagian besar berasal dari luar Nunukan sehingga tentu mereka datang bersama atlet dan ofisialnya,” jelasnya.
Riski memaparkan, setiap tim sedikitnya membawa 10 orang termasuk ofisial, bahkan ada yang mencapai 17 orang. Artinya, ratusan orang akan berada di Kabupaten Nunukan selama kompetisi berlangsung dan diperkirakan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Yang terkonfirmasi paling sedikit satu tim ada 10 orang termasuk ofisial, bahkan ada yang sampai 17 orang. Jadi cukup banyak orang yang datang ke Nunukan karena event ini,” paparnya.
Menurutnya, peserta yang berasal dari luar daerah tentu akan menggunakan berbagai moda transportasi untuk menuju Nunukan, seperti speedboat, kapal feri, maupun transportasi lainnya. Setelah tiba di Nunukan, mereka juga akan memanfaatkan jasa penginapan, rumah makan, kendaraan sewa hingga berbagai kebutuhan lainnya sehingga roda perekonomian masyarakat dipastikan ikut bergerak selama penyelenggaraan turnamen.
“Tentu ada pergerakan ekonomi karena teman-teman peserta dari luar daerah akan menggunakan transportasi seperti speedboat, kapal feri, kemudian mungkin ada yang menginap di hotel, makan di rumah makan serta menggunakan jasa seperti ojek dan lain-lain. Itu semua tentu akan ikut menggerakkan roda perekonomian di Nunukan,” tuturnya.
Riski menilai manfaat penyelenggaraan Piala Gubernur Futsal tidak hanya dirasakan oleh atlet dan pecinta olahraga, tetapi juga oleh masyarakat yang menggantungkan usahanya pada sektor jasa dan perdagangan. Mulai dari pelaku UMKM, pemilik hotel, rumah makan, penyedia transportasi hingga masyarakat sekitar diharapkan dapat merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas selama turnamen berlangsung.
“Kegiatan yang ditunggu-tunggu masyarakat ini tidak hanya berdampak bagi para atlet, tetapi juga memberikan manfaat bagi UMKM, pelaku transportasi, perhotelan, rumah makan dan perekonomian Kabupaten Nunukan secara keseluruhan,” lanjutnya.
Riski berharap dampak ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan Piala Gubernur Futsal dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah kabupaten/kota lainnya di Kaltara untuk menjadi tuan rumah pada penyelenggaraan berikutnya.
Menurutnya, semakin banyak daerah yang bersedia menjadi tuan rumah, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat setempat melalui sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga UMKM.
“Tentu ini menjadi nilai positif bagi daerah-daerah yang nantinya menjadi tuan rumah. Selain menjadi ajang pembinaan atlet, event seperti ini juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan di sektor olahraga, tetapi juga oleh masyarakat secara luas,” tutupnya. (adv)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







