Lewati Pemeriksaan Ketat, Petugas Pastikan Hewan Kurban di RPH Tarakan Aman Dikonsumsi 

benuanta.co.id, TARAKAN – Aktivitas pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Tarakan mulai ramai pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan memastikan seluruh hewan kurban yang dipotong menjalani pemeriksaan ketat sebelum maupun sesudah penyembelihan.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tarakan, Paulus mengatakan, tercatat ada 60 pendaftar pemotongan hewan kurban di RPH.

Ia menjelaskan, pendaftaran telah dibuka sejak sehari sebelumnya, baik secara langsung maupun melalui layanan daring. Peserta yang mendaftar kemudian diberikan nomor antrean sebelum memasuki proses pemotongan.

Pemotongan di RPH dimulai sejak pukul 07.30 WITA hingga selesai. Sebelum dipotong, seluruh hewan kurban menjalani pemeriksaan antemortem untuk memastikan kondisi fisik, usia, kesehatan hingga kesesuaian syariat kurban.

“Mulai dari gigi, umur, kecacatan dan kesehatannya sudah diperiksa semua,” ujarnya.

Setelah pemotongan, petugas kembali melakukan pemeriksaan postmortem dengan mengecek organ dalam hewan, termasuk hati dan bagian lain yang berpotensi mengalami gangguan kesehatan.

“Biasanya yang diwaspadai cacing hati atau kecacatan tertentu. Kalau ada bagian bermasalah maka bagian itu tidak boleh dikonsumsi,” ungkapnya.

DKPP Tarakan menurunkan 33 petugas pengawasan yang disebar di seluruh kelurahan untuk memantau proses pemotongan hewan kurban di masjid maupun lokasi lain. Hingga saat ini, DKPP memastikan belum ditemukan adanya hewan kurban bermasalah di RPH Tarakan.

Sementara itu, pemotongan hewan kurban juga dilakukan oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tarakan di Masjid Nur Hasan, Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Karang Anyar.

Ketua panitia kurban Masjid Nur Hasan, Achmad Daud mengatakan, tahun ini jumlah hewan kurban mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Total ada 50 ekor sapi dan 8 ekor kambing yang dipotong tahun ini,” tuturnya.

Panitia juga mengubah sistem pembagian daging kurban. Tahun ini pembagian dilakukan tanpa menggunakan kupon. “Siapa yang datang dia yang dapat. Tidak pakai kupon lagi,” tambahnya.

Perubahan itu dilakukan setelah adanya evaluasi pada pelaksanaan tahun sebelumnya, termasuk adanya warga yang memegang banyak kupon dan antrean panjang yang menyebabkan warga kelelahan.
Pembagian daging kurban kepada masyarakat dijadwalkan dimulai setelah Salat Ashar.

Nanti boleh diambil insyaallah setelah ashar, semua masyarakat Karang Anyar boleh datang,” pungkasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *